Diancam Dipecat Jokowi, Menpar Arief Tersenyum dan Tertawa Bahagia


Diancam Dipecat Jokowi, Menpar Arief Tersenyum dan Tertawa Bahagia

Berita Islam 24H - Presiden Joko Widodo menargetkan 20 juta wisatawan datang ke Indonesia pada 2019 mendatang. Sejumlah upaya pengembangan dilakukan pemerintah guna mendukung tugas berat yang dibebankan.

Apabila target tersebut tidak tercapai, Jokowi mengancam akan mencopot Menteri Pariwisata Arief Yahya dari jabatannya. Sebab, dengan pembangunan maksimal yang dilakukan pemerintah, target tersebut dinilai realistis dan bisa dicapai untuk melebihi pencapaian negara-negara tetangga.

Ketika ditanya hal itu, Arief hanya tersenyum dan tertawa dengan peringatan Presiden Jokowi. Sebab menurutnya, memang sudah waktunya untuk dipecat jika target 20 juta wisatawan di tahun 2019 tidak tercapai.

"(Diancam dipecat) Nih responnya ketawa bahagia," canda Arief sambil tersenyum di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (1/12).

Dia sendiri masih optimis jika target tersebut akan tercapai. Namun, pihaknya harus bekerja lebih cerdas lagi untuk mencapai target yang diinginkan.

"Tahun ini kan 12 juta akan tercapai, tahun depan harus mencapai 15 juta memang berat, jadi harus ada growth 25 persen. Oleh karenanya kita harus kerja lebih cerdas lagi lah di tahun depan," imbuhnya. [beritaislam24h.net / mc]

Sebuah Kesaksian Long March Ciamis, Santri: Saya Menggantikan Bapak (Sudah Meninggal) Jihad Membela Agama


Sebuah Kesaksian Long March Ciamis, Santri: Saya Menggantikan Bapak (Sudah Meninggal) Jihad Membela Agama

Berita Islam 24H - Penantian saya dan orang-orang yang berbaris di sepanjang Jala Raya Cileunyi (Bandung), tidak sia-sia pun tidak surut walau hujan terus mengguyur.

Begitu rombongan pendemo dari Ciamis yang berjalan kaki muncul dari kejauhan, semua bersiap. Kami berdiri, berbaris panjang sekali di tepi jalan, menenteng kresek dan kardus berisi segala macam yang bisa kami berikan. Air minum dalam kemasan, hansaplast, jamu dalam kemasan sachet siap minum, masker untuk jaga-jaga jika nanti gas air mata disemburkan penguasa, sandal jepit, jas hujan dan pakaian ganti, plus sekantung plastik roti, donat, permen, buah, cemilan dlsb dalam satu plastik berbentuk paketan, kami bagikan.

Mereka, menerima dengan sangat senang hati. Takbir bersahutan tiada henti. Hujan, banjir, tidak menyurutkan massa untuk berkumpul memanjang dari ujung Jalan Raya Cileunyi sampai Bundaran Cibiru, dan sepanjang Jalan Soekarno-Hatta sampai Kantor Perhutani Soekarno – Hatta.

Yang membuat saya merinding, seorang santri kecil berusia 8 tahun, terlihat ikut berjalan bersama rombongan. TANPA ALAS KAKI, mengatupkan kedua telapak tangan dan menggigil kedinginan diguyur hujan.

Segera saya “tewak” (renggut) dan tarik ke pinggir anak itu.

“Sandalnya mana?” tanya saya.

“Putus, Bu. Jadi saya buang…” katanya.

Seorang dari kami menyodorkan sepasang sandal jepit baru.

“Bawa baju ganti?” tanya saya lagi.

Anak itu menggeleng.

Saya tarik makin ke tepi, tepat di teras Bank BJB ini. Saya minta dia melepas plastik kantung yang dipakainya untuk menahan hujan. Ternyata baju seragam santri yang dipakainya pun basah kuyup. Segera kami sodori sehelai kaos panjang dan celana training panjang, lalu dia memakai jas hujan yang juga kami sodorkan.

“Kenapa ikut?” tanya saya.

“Ngagentosan (menggantikan) pun Bapa (ayah saya)…” jawab anak lelaki itu.

“Bapa ade ka mana (Bapakmu ke mana)?” tanya saya sambil menggenggam kan beberapa lembar uang.

“Atos ngatunkeun (sudah tiada)…” jawab seorang santri dewasa yang muncul di belakangnya.

Ada rasa nyeri yang menyayat perut di bawah iga kanan saya.

Entah apa yang ada di benak para penghina, penyinyir dan penista yang kedua orang tuanya masih lengkap, berusia dewasa, punya biaya, uang banyak, gagah perkasa DAN dia MUSLIM, tapi bisanya cuma menyinyiri, menista dan menghina…

Rombongan lewat, semua logistik paketan habis kami bagikan. Tinggal logistik dalam wadah kardus dan karung. Kami naikkan ke Ambulance dan mobil-mobil bertanda rombongan.

Tetiba saya dibuat terkejut. Satu demi satu gadis-gadis berjilbab lebar itu bergantian memeluk saya dan saling berpelukan antar sesamanya dengan mata basah.


Ucapan syukur dan tangis kegembiraan mereka, juga terasa menyayat hati saya.

“Bu, ayo ikut…!” teriak anak gadis berjilbab lebar dan mengendarai sepeda motor. Saya diajak ikut mengiringi laju rombongan itu bersama anak-anak lain, dengan motor mereka.

Bahagianya hari ini, melupakan derita nyeri di hari pertama datangnya “tamu bulanan” saya… [beritaislam24h.net / ppc]

Polisi Periksa Ketat Peserta Aksi 212


Polisi Periksa Ketat Peserta Aksi 212

Berita Islam 24H - Pihak kepolisian menetapkan aturan yang ketat terhadap peserta Aksi Super Damai Bela Islam III dari berbagai daerah. Polisi bukan hanya memberhentikan, tetapi juga memeriksa seluruh kelengkapan bus atau kendaraan yang digunakan, mengecek tas peserta, dan mengajak briefing.

"Sudah dua kali pemeriksaan," tutur peserta yang berasal dari Madiun kepada Tarbawia melalui pesan WhatsApp pada Kamis (1/12/16) siang.

Setiap pemeriksaan berjalan satu jam. Tas peserta juga dibuka dan diperiksa satu persatu oleh petugas kepolisian.

"Cek tas tiap peserta. Dicek (apakah membawa) senjata tajam dan ditanya darimana serta tujuan," lanjut laki-laki beranak satu ini.

Setelah itu, polisi mengajak perwakilan peserta untuk briefing di wilayah Purwodadi Semarang.

"Tetap damai. Jangan bawa senjata tajam. Tunaikan doa. Selesai segera balik. Jaga ketertiban," ujarnya menirukan pesan pihak kepolisian.

"Doakan Indonesia tetap damai," lanjutnya menutup keterangan.


Briefing polisi dengan peserta aksi damai III di Purwodadi (tarbawia, ds, 1/12/16)



Polisi cek tas tiap peserta (tarbawia, ds, 1/12/16)

Aksi Super Damai Bela Islam III rencananyanya dilaksanakan di Monumen Nasional Jakarta pada Jum'at (2/12/16) esok. Aksi gelar sajadah dan doa untuk negeri ini menuntut agar Ahok ditangkap karena resmi dinyatakan sebagai tersangka penista agama.

Kaum Muslimin mulai beranjak dari daerah sejak sepekan terakhir. Bahkan, ribuan kaum Muslimin Ciamis memilih berjalan kaki sejak Senin (28/11/16). [beritaislam24h.net / tc]

DPR Yakin Aksi 212 Jauh Lebih Tertib dari Aksi 4/11


DPR Yakin Aksi 212 Jauh Lebih Tertib dari Aksi 4/11

Berita Islam 24H - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto optimistis aksi Bela Islam III (2/12) berjalan damai dan tertib. Aksi 212 itu rencananya akan digelar di Monumen Nasional, dengan tuntutan tersangka penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditahan.

"Kami memandang unjuk rasa besok jauh lebih tertib dan bagus. Kemarin (4/11) tertib, tapi ada yang katakan kemarin damai dan sekarang super damai," kata Agus, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (1/12).

Agus berharap, tujuan dari aksi tersebut dapat tercapai, yaitu agar Ahok ditahan. Sehingga, tidak ada lagi rentetan aksi -aksi besar, karena aksi yang digelar besok sudah cukup besar.

Ia menilai, unjuk rasa adalah hak warga negara dan pribadi yang dilindungi konstitusi. Namun, orang -orang yang melakukan aksi harus sesuai dengan koridor hukum, dengan tidak melakukan hal -hal negatif. [beritaislam24h.net / rci]

Pengusaha Muslim Surabaya Sediakan Bus Angkut Peserta Aksi 212


Pengusaha Muslim Surabaya Sediakan Bus Angkut Peserta Aksi 212

Berita Islam 24H - Sejumlah pengusaha muslim Surabaya yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pengusaha Peduli Islam menyediakan empat bus umum untuk mengangkut ratusan peserta demo damai 2 Desember di Jakarta.

Bus-bus yang mengangkut ratusan massa ormas Islam tersebut mulai diberangkatkan Rabu malam 30 November 2016. Hal ini dilakukan meski mereka mendapat ibauan untuk tidak melakukan aksi menuju ke Jakarta

Koordinator Aksi, Khoirul Hidayat mengatakan, sebelum berangkat mereka terlebih dulu berkumpul di Masjid Agung Al Akbar Surabaya untuk pendataan dan pengarahan. Keberangkatan umat Islam asal Surabaya ini atas keinginan mereka sendiri.

“Untuk menghindari penyusupan para peserta unjuk rasa ini didata satu persatu, tas dan barang bawaan mereka pun juga diperiksa untuk menghindari hal hal yang tak diinginkan,” ujar Khoirul.

Keberangkatan mereka ke Jakarta untuk bergabung dengan massa aksi lain di Tanah Air.

“Selama di Jakarta kita akan menumpang di Masjid Cut Meutia, Menteng sebelum nantinya mereka akan serentak menggelar aksi damai di Tugu Monas Jumat pagi," katanya.

Keberangkatan massa ormas Islam dari Surabaya berlangsung secara bergelombang sejak beberapa hari lalu. Untuk hari ini saja keberangkatan dilakukan di tiga titik yakni Masjid Al-Akbar Surabaya dan Masjid Sunan Ampel. Sementara untuk jalur kereta api, massa berangkat melalui Stasiun Pasar Turi Surabaya. [beritaislam24hl.net / ozc]

Jelang Aksi 212, Neno Warisman: Wahai Gajah, Bersimpuhlah!


Jelang Aksi 212, Neno Warisman: Wahai Gajah, Bersimpuhlah!

Berita Islam 24H - Aksi Super Damai Bela Islam III akan dihelat esok, Jum'at (2/12/16) di Monumen Nasional Jakarta dari pukul 08:00 sampai pukul 13:00 WIB. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menmperkirakan, ada sekitar 3 juta kaum Muslimin dan masyarakat Indonesia yang akan mengikuti aksi tersebut.

Dalam sepekan terakhir, perbincangan terkait aksi 212 ini semakin hangat, mengharu biru, dan menerbitkan semangat perjuangan Islam mempertahankan bangsa Indonesia. Banyak tokoh, ustadz, kiyai, dan pemimpin masyarakat lain yang turut bersuara menyatakan keikutsertaan diri bahkan mengajak warga Indonesia untuk bergabung.

Salah satu tokoh Muslimah yang aktif memotivasi kaum Muslimin agar turut ambil bagian dalam aksi super damai 212 adalah Neno Warisman. Dai Muslimah ini menegaskan dengan semangat, "Melepuh kaki mereka, kafilah Ciamis, menuju Jakarta demi agama Allah yang dinoda."

Secara khusus, kalimat ini terinspirasi dari ribuan kaum Muslimin Ciamis yang melakukan long march menuju aksi 212 di Jakarta. Mereka bersemangat melangkahkan kaki dari Masjid Agung Ciamis Jawa Barat pada Senin, (28/11/16).

"Mereka bak burung Ababil mengguncang hati Abrahah," lanjut Neno.

Neno tidak menjelaskan, siapakah yang dimaksud dengan Abrahah sebagai tamsil raja yang pongah dan hendak merobohkan Ka'bah di hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

"Wahai gajah," pungkas Neno, "bersimpuhlah! Stop! Jangan lagi menista." [beritaislam24h.net / tc]

Kejagung Tidak Tahan Ahok dengan Alasan 5 Pertimbangan Ini?


Kejagung Tidak Tahan Ahok dengan Alasan 5 Pertimbangan Ini?

Berita Islam 24H - Kejaksaan Agung menyatakan dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama dilanjutkan ke penuntutan. Namun Kejagung tidak menahan Ahok, ada lima alasan yang memperkuat.

"Memang terhadap tersangka Ir. Basuki Tjahaja Purnama ini tidak dilakukan penahanan. Alasannya adalah bahwa penyidik sudah melakukan pencekalan dan sampai saat ini," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung M Rum, dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jl Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).

Pertimbangan kedua menyangkut SOP. "Yang kedua sesuai SOP yang ada di kita apabila penyidik tidak melakukan penahanan kita juga tidak melakukan penahanan," kata M Rum.

Berikutnya adalah pertimbangan dari para peneliti yang menyimpulkan tak perlu dilakukan penahanan.

"Ketiga pendapat tim peneliti menyatakan bahwa tidak dilakukan penahanan. Selanjutnya bahwa tersangka ini setiap dipanggil datang," kata M Rum.

Nah pertimbangan terakhir menyangkut dakwaan yang ditujukan kepada ahok. "Dan yang terakhir dakwaan kita nanti kita susun secara alternatif. Yang pertama pasal 156 a dan yang kedua pasal 156 atau sebaliknya. Jadi karena dakwaan ini disusun secara alternatif kita belum tahu mana yang terbukti, apakah pasal 156 yang yang ancaman hukumannya 4 tahun atau pasal 156 a yang ancaman hukumannya 5 tahun," terang M Rum.

Kejagung juga mendengarkan aspirasi masyarakat yang sehingga berkas perkara ini sudah lengkap dalam waktu cepat. "Sehingga berkas perkara ini sejak awal penelitian kita percepat. Artinya kita minimalkan waktunya tapi kita percepat kinerjanya. Sehingga hari kemarin perkara itu sudah P 21," pungkasnya. [beritaislam24h.net / dc]

Baca juga: Ahok Tak Ditahan, GNPF-MUI Datangi Kejagung

Ribuan Umat Islam Asal Lampung Menyeberang ke Merak


Ribuan Umat Islam Asal Lampung Menyeberang ke Merak

Berita Islam 24H - Seribuan umat Islam saat ini berada di kapal fery Pelabuhan Bakauheni (Lampung). Massa bergerak ke Jakarta dari Lampung menyewa mobil angkutan kota (angkot) untuk bergabung dalam aksi Bela Islam III di Jakarta pada Jumat (2/12).

“Sekarang sedang masuk kapal fery di Pelabuhan Bakauheni. Seribuan umat menyewa angkot ke Jakarta karena bus menolak disewa,” kata Fuad, salah seorang aktivis masjid yang bergabung dengan massa umat Islam asal Lampung kepada Republika.co.id, Kamis (1/12).

Selain menyewa mobil angkot, massa umat Islam juga membawa kendaraan pribadi dan beberapa bus milik pribadi umat. Massa bergerak ke Pelabuhan Bakauheni setelah Subuh. Diperkirakan rombongan umat Islam asal Lampung akan tiba di Jakarta pada petang atau malam hari.

Selama dalam perjalanan dua jam lebih dari Kota Bandar Lampung menuju Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, tidak ada hambatan baik dari aparat kepolisian maupun pihak lainnya. “Lancar-lancar saja. Sekarang semua sudah di Bakauheni,” ujar Fuad. [beritaislam24h.net / rci]

Pasukan Asmaul Husna Bakal Kembali Muncul di Aksi 212


Pasukan Asmaul Husna Bakal Kembali Muncul di Aksi 212

Berita Islam 24H - Polri bakal menerjunkan lagi pasukan Asmaul Husna dalam Aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang di Monumen Nasional (Monas). Dalam aksi dengan agenda Istighosah dan Doa Untuk Negeri, sebanyak 499 anggota Brimob telah disiapkan.

“Jumlahnya sama seperti aksi 4 November, yaitu 499 orang. Mereka adalah gabungan pasukan Brimob Polda Jawa Barat, Polda Banten dan Polres Jakarta Timur,” ujar Komandan Pasukan Asmaul Husna, AKBP H Arif Rachman di Polda Metro Jaya, Rabu (30/11).

Menariknya, untuk formasi pasukan Asmaul Husna pada aksi kali ini berbeda. “Kita tetap berada di baris terdepan, tapi tidak lagi berhadapan dengan peserta aksi. Kita justru berbaur dan menyatu bersama-sama untuk melakukan zikir dan doa ,” urai Arif.

Mantan Wakapolres Jakarta Timur yang kini menjabat Pemeriksa Utama Propam Mabes Polri ini menambahkan, pasukan Asmaul Husna akan mengenakan seragam polisi yang dilengkapi dengan peci dan sorban.

“Kita kan muslim. Ini juga sebagai simbol kebersamaan antara Polri dan masyarakat dalam menjaga NKRI dalam bentuk zikir dan doa,” sambung dia.

Dengan diterjunkannya Pasukan Asmaul Husna, diharapkan makin menyejukkan suasana. “Kita berharap bahwa dengan berzikir Asma-Asma Allah maka Allah SWT akan ikut menjaga (Al hafizh), menyelamatkan (As Salaam) dan melindungi (Al Muhaimin) seluruh peserta Istighosah dan Doa Untuk Negeri,” pungkas Arif Rachman.

Rencananya, Pasukan Asmaul Husna untuk Aksi 2 Desember akan melakukan apel di Monas hari ini, Rabu (30/11) pukul 16.00 wib. [beritaislam24h.net / jpc]

Ikut Aksi 212, Mantan Dubes RI-Polandia: Saya ingin menjadi bagian dari gerakan Umat


Ikut Aksi 212, Mantan Dubes RI-Polandia: Saya ingin menjadi bagian dari gerakan Umat

Berita Islam 24H - Hazairin Pohan alias Haz Pohan, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia menyatakan akan ikut dalam Aksi Bela Islam III (Aksi 212) pada Jumat besok, 2 Desember 2016 di Monas Jakarta.

"Bagi saya 2/12 menjadi momen khusus, saya ingin menjadi bagian dari gerakan umat untuk bangsa dan negara," kata lelaki asal Pematangsiantar Sumbar ini melalui akun twitternya @hazpohan, Kamis (1/12) pagi ini.

"Mengapa kita biarkan mereka berjuang di jalan Allah sendirian siang dan malam, haus dan lapar, sedang kita berleha2?"

"Mengapa saya tidak solider dan sepakat untuk perjuangan bangsa ini? Sedangkan mereka berjuang mati-matian mencapai Jakarta?"

"..ada yg berjalan kaki, naik kereta, pesawat, kapal, maupun sepeda motor: apapun, yg penting niat.."

"Adalah merugi jika tidak menjadi bagian gerakan dahsyat yang tidak terjadi sebelumnya di Republik maupun di dunia!"

Berikut penuturan selengkapnya yang dihimpun redaksi Portalpiyungan.co:

1. Keputusanku untuk hadir bersama keluarga dalam aksi ketiga umat berzikir dan berdoa banyak mendapat tanggapan dan dukungan positif, tks

2. Namun ada yg bertanya positif tentang pentingnya hadir dalam aksi umat ke-3, besok Jumat 2/12; untuk itu aku tulis kultwit pendek ini

3. Kultwit ini berjudul "Arti 2/12 Bagiku", sekadar sharing perspektif, sebagai individu dan bagian dari umat, mudah2an ada manfaatnya

4. Besok Jumat (2/12) aksi ketiga umat berlangsung di Monas dan sekitarnya; jutaan umat akan turun, karena ini momen khusus

5. Saya juga akan turun bersama keluarga, karena ini luar biasa, bisa kumpulkan 3 juta di satu tempat untuk zikir dan ibadah

6. Jakarta akan dibanjiri jutaan umat; ada yg berjalan kaki, naik kereta, pesawat, kapal, maupun sepeda motor: apapun, yg penting niat..

7. Mereka datang dari kejauhan, berjuang mencapai Jakarta, sedangkan saya dan kita di Jakarta tinggal melangkahkan kaki

8. Mengapa saya tidak solider dan sepakat untuk perjuangan bangsa ini? Sedangkan mereka berjuang mati-matian mencapai Jakarta?

9. Mengapa qolbu kita tidak mendengar ajakan mereka untuk kebaikan negeri ini, sedangkan mereka tidak berpunya merasakannya?

10. Mengapa kita biarkan mereka berjuang di jalan Allah sendirian siang dan malam, haus dan lapar, sedang kita berleha2?

11. Mengapa kita tidak dengarkan nurani rakyat dan umat kita yang sensitif terhadap keadilan dan kebenaranNya; apakah kita sudah tuli?

12. Mengapa qolbu kita tidak mendengar ada tuntutan bagi kemuliaan Allah dan ketidakadilan di tengah rakyat dan umat?

13. Mengapa kita tidak sepakat untuk mengenyahkan dari negeri indah ini manusia2 busuk dan mengacau bangsa?

14. Apakah kita sudah buta? Buta mata hati, tidak mendengarkan degup jantung mereka yang masih berjuang mencapai Jakarta?

15. Mengapa gerakan se negeri ini tidak kita rasakan dalam qolbu? Mengapa kita gagal menangkap sinyal ilahiah?

16. Gerakan rakyat dan umat itu hanya bisa terjadi karena Allah, energi ilahiah membimbing akal sehat dan nurani kita ke kebenaran

17. Mungkin sama seperti shalat Ied di Masjidil Haram, sekitar 2-3 juta orang, ketika semua jemaan haji shalat bareng

18. Di sana saya belajar: haji mabrur adalah memelihara kata2 baik dan berbuat baik yg harus berjalan seiring, tidak boleh kurang

19. Saya merasakan itu ketika melaksanakan ibadah haji di tahun 2002, bergetar sukmaku, bergetar ragaku merasakan kehadiranNya

20. Tetapi bagi saya 2/12 menjadi momen khusus, pertama saya ingin menjadi bagian dari gerakan umat untuk bangsa dan negara

21. Ketika persatuan bangsa terkoyak2, ketika kita kehilangan perspektif ke depan sesuai amanah pendiri bangsa

22. Ketika akal budi kita mampet, ketika negeri menjadi buas, ketika energi kita terkuras krn hal2 tak penting..

23. Ketika semua upaya dikerahkan namun jalan terang tidak ditunjukkan, ketika kita kehilangan akal sehat, ketika kita berjalan tak terarah

24. Pada saat itulah kita mengadu kepadaNya, kita yakin hanya Dia yang mampu menggerakkan negeri ini menjadi baik dan tenteram

25. Besok, saya yakin, zikir dan doa 3 juta umat langsung didengar Allah, dan puluhan juta malaikat juga hadir

26. Ini energi luar biasa, energi ilahiah yang menggerakkan qolbu kita bersama untuk satu tujuan: kemuliaan Allah

27. Aku ingin merasakan energi ilahiah itu hadir besok. Aku memerlukan, keluarga memerlukan, kita semua memerlukan ke depan

28. Momen jarang dan unprecedented itu menguatkan hati kita bhw Allah mendengar doa kita, kita yakin usaha sampai..

29. Doa untuk kebaikan bangsa dan negara, agar tetap dalam ridho-nya, agar kita hidup lebih baik ketika langkah2 duniawi gagal

30. Ini refleksi dari keyakinan kita pada Pancasila yg menempatkan pentingnya energi ilahiah paling utama

31. Ketika kita tidak bisa menolong diri sendiri, menolong tetangga dan keluarga, menolong negeri, maka kita mengadu pada Allah

32. Energi ilahiah ini kita perlukan agar hidup kita ke depan makin baik, harmoni dan sejahtera,membuat negeri menjadi baik

33. Ketika keadilan ditegakkan di bidang hukum, politik, ekonomi dan social budaya yang semakin absen di keseharian kita

34. Kemana kita mengadu? Tidak lain kepada Allah, dan tidak sendiri2 tetapi secara jamaah dlm jumlah jutaan umara

35. Saya yakin, jeritan qolbu dan bathin kita didengarNya; dan hanya Dia yang mampu mengubah hidup kita, dunia kita

36. Besok Jumat 2/12 energi itu akan hadir; adalah menjadi orang yang merugi bila tidak berpartisipasi

37. Kita bersama berjuang di jalan Allah untuk negeri tercinta, tidak ada lagi perjuangan individual, kita bergerak bersama umat

38. Kehadiran kita bermakna untuk mengikatkan komitmen bersama untuk menjadikan negeri dan bangsa ini lebih baik dan diridhoiNya

39. Kehadiran kita juga penting untuk diri sendiri, keluarga, tetangga, masyarakat dan kita semua. Mengapa?

40. Untuk mereguk energi itu, dengan amal ibadah untuk menjadikan diri kita dan semua kita menjadi lebih baik, untuk memuliakanNya

41. Adalah merugi jika tidak menjadi bagian gerakan dahsyat yang tidak terjadi sebelumnya di Republik maupun di dunia!

42. Kita yakin aksi ketiga berlangsung super damai; kita dijauhkan dari kerusuhan tak perlu, dijauhkan dari manusia munafik

43. Kita yakin, ulama akan menjaga umatnya, polisi dan tentara bersama kita akan menjaga kekhusukan doa dan zikir bersama

44. Agar tujuan aksi ketiga i2/12 ni tercapai: ditegakkannya keadilan di bumi ciptaanNya, di negeri tercinta Indonesia

45. Marilah kita tidak menjadi orang yang merugi, seperti firmanNya. Marilah menjadi gerakan dahsyat u/ bangsa dan negeri. Aamiin

Rintik Gerimis Iringi Long March Massa Aksi 212 Bogor


Rintik Gerimis Iringi Long March Massa Aksi 212 Bogor

Berita Islam 24H - Rintik gerimis tak menyurutkan langkah ratusan massa Aksi Super Damai 212 yang melakukan apel konsolidasi di lapangan Masjid Raya Kota Bogor, Kamis (1/12). Massa mulai berangkat pukul 09.00 WIB.

Di sela apel konsolodasi, massa sempat diinstruksikan melakukan jalan di tempat dan memijat sesama rekan di sampingnya. Dalam orasinya di depan peserta, Ketua GNPF MUI Bogor Raya, Ustadz Iyus Khaerunnas mengatakan, aksi tak terlepas dari upaya menunjukkan ke seluruh dunia bahwa massa siap mengawal Alquran.

Menurutnya, hujan adalah karunia Allah. Begitu juga panas, sakit maupun sehat. "Mari kita sama-sama luruskan niat. Niat karena Allah. Mengawal Alquran. Alquran yang dinistakan musuh-musuh Allah. Siap long march?" seru Ustaz Iyus disambut sahut menyahut takbir dari para peserta.

"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akkbar," sambut ratusan peserta.

Ustaz juga mengingatkan perjuangan sesama Muslim seperti dari Ciamis Jawa Barat. Menurutnya, massa dari Ciamis terus berjuang meski sudah ditawari armada bus.

Rute perjalanan long march massa, yaitu melalui Jalan Pemda Cibinong, Jalan Raya Bogor-Jakarta, Jalan Margonda Depok, Jalan Pasar Minggu Jakarta, lalu Kalibata, Pancoran, Menteng, kemudian menuju Monas. Para peserta juga diberikan jas hujan. Selain itu, massa diimbau jangan mengkhawatirkan pasokan makanan maupun bantuan kesehatan.

"Setiap 50 orang dipandu satu pemimpin agar barisan tetap rapi, jangan khawatir pasokan makanan dan kesehatan ada mobil pandu yang selalu mengiringi," tambahnya. [beritaislam24h.net / rci]

#BreakingNews Mabes Polri Persilakan Kejagung Tahan Ahok


#BreakingNews Mabes Polri Persilakan Kejagung Tahan Ahok

Berita Islam 24H - Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengatakan, tesangka kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta berkas perkaranya telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ketika ditanya apakah Ahok hari ini akan ditahan, Rikwanto mengatakan kewenangan itu sudah ada di Kejagung. “Silakan pihak Kejaksaan (kalau ingin menahan),” ujarnya di Mabes Polri, Kamis (1/12/2016).

Rikwanto menambahkan, kelanjutan perkara ini sekarang sepenuhnya di tangan Kejagung. Jadi Kejagung yang memutuskan menahan atau tidak.

Ahok sendiri sudah dibawa ke Kejagung hari ini pukul 09.50 WIB . Di sana ia akan mengikuti penandatanganan proses pelimpahan kasus. Kemudian Kejagung menyusun berkas dakwaan.

Ahok dijerat pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. [beritaislam24h.net / ozc]

Detik.com Beritakan Hoax, Fitnah Kafilah Ciamis


Detik.com Beritakan Hoax, Fitnah Kafilah Ciamis

Berita Islam 24H - Ribuan kaum Muslimin memutuskan melakukan long march dari Masjid Agung Ciamis Jawa Barat pada Senin, (28/11/16). Tidak lama setelah itu, Kapolri menyampaikan pencabutan atas edaran larangan bagi PO Bus yang akan mengangkut massa Aksi Damai Bela Islam pada Jum'at (2/12/16) mendatang.

KH Nonop Hanafi selaku pimpinan perjalanan long march kaum Muslimin Ciamis menuju Jakarta menerangkan melalui akun fesbuknya, kaum Muslimin tetap melanjutkan perjalanan meski sudah diizinkan menggunakan bus.

Menurut mereka, langkah yang sudah terayun pantang diundurkan. Sebab, itulah pilihan perjuangan.

Meski demikian, ada media yang memberitakan tidak sebenarnya. Salah satunya media nasional sekelas detik.com. Pada Selasa (29/11/16) pukul 10:44 WIB, detik membuat berita dengan judul 'Massa GNPF Ciamis Tak Jadi Jalan Kaki ke Jakarta untuk Aksi Damai 2 Desember'.

Dalam badan berita, detik.com juga menyebutkan, "Dijelaskan oleh Pak Kapolres kepada Ustaz Deden dan para jamaah yang berangkat itu, akhirnya berkurang tinggal 80-an orang. Nah, yang 80 orang itu sekarang tidak jalan, sedang menunggu saja di perbatasan, di masjid, enggak lanjut jalan kaki. Di masjid saja sambil nunggu,"

Menepis hoax tersebut, KH Nonop Hanafi angkat bicara. Beliau melakukan siaran langsung di akun fesbuk pribadinya hingga terlihat jumlah massa aksi yang sebenarnya.

"Kami sekarang di atas mobil komando. Posisi di Cicalengka. Bisa dilihat. Kalau ada (media) yang mengatakan gerakan aksi long march ini tinggal 80 orang, itu adalah bohong besar." ujar Kiyai Nonop Hanafi dalam siarang langsung melalui akun fesbuk pribadinya pada Rabu (30/11/16) jam 07:39 WIB.

"Jadi kalau ada media yang menyatakan bahwa kita hanya 85 orang, itu adalah bohong besar. Ini (jumlah massa) terlihat sampai jarak 1 km." lanjut Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 Bayasari Ciamis Jabar ini.

Hingga Rabu (30/11/16) sore, kaum Muslimin yang melakukan long march dari Ciamis sudah tiba di Kota Bandung dan disambut hangat oleh Gubernur Jawa Barat KH Ahmad Heryawan. Para kafilah dijamu di rumah makan Sukahati dan beristirahat di Perum Perhutani Jawa Barat. [Om Pir/Tarbawia] [beritaislam24h.net / tc]

Ada ‘Sinyal’ Ahok tak Ditahan, Felix Siauw: Tangkap Segera Penista Al Quran, Hukum Seberat-beratnya


Ada ‘Sinyal’ Ahok tak Ditahan, Felix Siauw: Tangkap Segera Penista Al Quran, Hukum Seberat-beratnya

Berita Islam 24H - Da’i kondang Ustadz Felix Siauw mengajak seluruh umat Islam untuk hadir dengan raga pada demonstrasi damai Aksi Bela Islam III, 2 Desember 2016.

Menurut Felix, dengan menghadiri aksi Bela Al Quran 212, umat Islam akan menunjukkan pada penguasa dan pihak berwenang bahwa umat Islam tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan atas penista Al Quran.

“Ikhlaskan niat, datang ke aksi #BelaQuran 212 untuk menunjukkan pada penguasa dan pihak berwenang, bahwa kita tak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan. Tangkap segera penista Al-Quran, lekas hukum seberat-beratnya,” tegas Felix di akun Twitter @felixsiauw.

@felixsiauw juga mengingatkan: “Jangan sampai jutaan hati dibiarkan tetap terluka, hanya karena membela satu orang yang tak peka.”.

Seperti dirilis republika (30/11), Kejasaan Agung menyatakan berkas kasus penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah lengkap atau P21. Namun, meski memiliki wewenang, Kejagung memberikan sinyal bahwa mantan Bupati Belitung Timur tersebut tidak akan ditahan.

“Anda jangan terlalu jauh berpikirnya (Untuk menahan Ahok), ini kan masih domainnya penyidik. Yang jelas kami masih menunggu saja, bagaimana diserahkan kepada kami,” ujar Jaksa Muda Penuntut Umum (Jampidum) Kejagung, Noor Rachmad kepada wartawan (30/11).

Di sisi lain, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar mengungkapkan bahwa pihaknya menyerahkan kewenangan penahanan Ahok kepada kejaksaan.

“Sepenuhnya kewenangan pak jaksa. Masa penyidikan, sudah clear, Polri tidak melakukan penahanan, sekarang masa penuntutan, apabila pak jaksa melakukan penahanan itu sangat dimungkinkan, tapi itu kewenangan jaksa,” kata Boy seperti dikutip suara. [beritaislam24h.net / ici]

“Papa Dilantik, Sungguh Terlalu!”


“Papa Dilantik, Sungguh Terlalu!”

Berita Islam 24H - Ketua Umum Golkar Setya Novanto resmi kembali menduduki kursi Ketua DPR RI menggantikan Ade Komaruddin. Setnov dilantik di ruang Paripurna DPR, Rabu (30/11) dipimpin Pelaksana Harian Ketua Mahkamah Agung (MA).

Jagat maya pun heboh mengomentari pelantikan politisi yang sempat tersandung kasus “Papa Minta Saham”. Bahkan, “Setya Novanto” menduduki posisi kedua trending topic sosmed Twitter hari ini (30/11).

Aktivis politik Lalu Suryade di akun Twitter @suryadelalu berkicau: “Papa dilantik”. Sementara aktivis anti korupsi Emerson Yuntho di akun ‏@emerson_yuntho berkicau: “Sungguh Terlalu”.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak sempat mengingatkan bahwa pergantian posisi Ketua DPR RI memunculkan kekhawatiran kasus yang beberapa waktu lalu terjadi, kembali terulang.

Menurut Dahnil, pergantian Ketua DPR tak lebih seperti sandiwara yang disajikan kepada masyarakat. “Ini menjadi dagelan politik,” ujar Dahnil (26/11).

Dahnil menegaskan, pencalonan kembali Setnov sejatinya melanggar etik dan moral. Padahal, ketika Setnov mengundurkan diri, kondisi tersebut mengindikasikan standar etika yang sangat tinggi dari seorang politikus.

“Ini memunculkan kekhawatiran kasus serupa bisa muncul kembali dengan adanya kekuasaan dan kewenangan yang besar sebagai ketua DPR,” kata Dahnil seperti dikutip liputan6 (26/11).

Kembalinya Setnov sebagai Ketua DPR dinilai akan meruntuhkan etika yang sudah dibangun olehnya. Pengangkatan Setnov juga membuktikan bahwa kekuasaannya sangat berpengaruh dan memiliki kekuatan yang luar biasa. Pengangkatan Setnov juga telah mengembalikan ingatkan kasus ‘Papa Minta Saham’. [beritaislam24h.net / ici]

Bareskrim Panggil Ahok Hari ini


Bareskrim Panggil Ahok Hari ini

Berita Islam 24H - Tersangka penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok hari ini, Kamis (1/12) dipanggil pihak Bareskrim Polri Mabes Polri.

Pemanggilan Ahok, sebagai proses tahap dua penyerahan barang bukti ke Kejaksaan Agung.

Panggilan Ahok berdasarkan surat dari Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan Agung Nomor B-3854/E 3/Ep. 1/11/2016 tertanggal 30 Nopember 2016.

Dalam surat tersebut Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto memerintahkan Ahok menghadap ke Kombes Ferdy Sambo pada pukul 09.00 WIB.

Pemanggilan Ahok untuk dihadapkan kepada jaksa penuntut umum sebagai proses tahap dua kasus penodaan agama sebagaimana pasal 156a atau 156 KUHP. [beritaislam24h.net / ac]

Kafilah Ciamis: TNI Meremehkan, Sudah Habis Tenaga Buat Jalan, Malah Disuruh Pulang


Kafilah Ciamis: TNI Meremehkan, Sudah Habis Tenaga Buat Jalan, Malah Disuruh Pulang

Berita Islam 24H - Massa aksi jalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta mengaku kecewa dengan Kodam Siliwangi yang malah menawarkan kendaraan untuk pulang. Hal itu disampaikan koordinator aksi, Saeful Khiyar.

Ia mengaku rombongan massa sempat diminta pulang oleh TNI dari Pangdam Siliwangi. Bahkan, TNI sampai akan menyediakan kendaraan bagi siapapun yang ingin pulang.

Padahal, menurutnya lebih baik Kodam mengantarkan massa saja sampai ke Jakarta.

“Justru ada tawaran dari TNI itu dari Pangdam Siliwangi untuk angkut kembali ke tempat masing-masing. Kita minta angkut ke Jakarta mereka tidak mau,” ujarnya dilansir ROL, Rabu (30/11).

Saeful menegaskan, aksi jalan kaki ini tak akan berhenti jika pihak TNI memaksa untuk pulang sekalipun. Ia pun menilai upaya TNI bisa dikatakan sebagai pelemahan mental bagi peserta agar memilih pulang.

Bahkan ia merasa TNI telah meremehkan peserta aksi jalan kaki karena dianggap tidak kuat lagi melanjutkan perjalaan hingga dipaksa pulang.

“Ini malah meremehkan kalau disuruh pulang, peserta sudah habis tenaganya buat jalan, masa disuruh pulang,” keluhnya.

Ribuan massa aksi akan bergabung dalam Aksi Bela Islam jilid III, pada 2 Desember mendatang di lapangan Monas, Jakarta.

Aksi Bela Islam III dilakukan, menuntut agar Ahok ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Pilihan berjalan kaki diambil oleh umat Islam Ciamis karena polisi sempat melarang bus mengantar peserta aksi. [beritaislam24h.net / puc]

Kejagung Tidak Memiliki Kewenangan Menahan Ahok, Aktivis Tionghoa: Segitu Hebatnya kah Ahok?


Kejagung Tidak Memiliki Kewenangan Menahan Ahok, Aktivis Tionghoa: Segitu Hebatnya kah Ahok?

Berita Islam 24H - Kejaksaan Agung tidak memiliki kewenangan menahan Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengingat berkasnya masih dalam tahap penelitian.

“Berkasnya masih tahap penelitian, (berkas) itu masih kewenangan Polri,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Selasa.

Sesuai KUHAP, kewenangan penahanan terhadap seorang tersangka dilakukan bila berkas perkara sudah masuk ke tahap penuntutan.

Saat ini, Kejagung belum menentukan sikap atas berkas itu atau masih dalam tahap penelitian yang dilakukan oleh Jaksa Peneliti.

Kejaksaan Agung menyatakan paling lambat Rabu (30/11) pagi akan menentukan sikap atas berkas dugaan penistaan agama dengan tersangka Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Menanggapi hal tersebut, aktivis tionghoa Wawat Kurniawan turut serta mengomentari melalui laman facebooknya.

Segitu Hebatnyakah ahok? Hingga tidak ada satu lembaga Negara pun yg Berani Penjarakan dia... Lantas status Tersangka dan Tahanan Kota saat ini artinya Tersangka = Tidak bersalah hahahaha...

Mereka ini hanya buang2 waktu dan Uang Pajak Rakyat dgn Sia-sia

Umat Islam dari Papua, Kalimantan, Sumatera, NTB, dan Wilayah Lain Dikabarkan segera Merapat ke Jakarta


Umat Islam dari Papua, Kalimantan, Sumatera, NTB, dan Wilayah Lain Dikabarkan segera Merapat ke Jakarta

Berita Islam 24H - Besok lusa, Jumat (02/12/2016), Aksi Bela Islam III akan digelar terpusat di lapangan Monas, Jakarta Pusat. Ribuan umat Islam di Jakarta dan berbagai daerah sudah bersiap-siap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hidayatullah.com, umat Islam dari berbagai wilayah se-Indonesia dikabarkan telah bersiap segera ke Jakarta untuk ikut aksi tersebut. Termasuk dari Papua, Kalimantan, Sumatera, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan lain-lain.

Bahkan banyak yang sudah dalam perjalanan. “Malam ini satu bus dari lombok NTB,” lapor ZK, kontributor media ini dari Lombok, Rabu (30/11/2016) siang.

Reporter lain melaporkan, umat Islam dari Papua dikabarkan juga akan ke Jakarta untuk ikut Aksi Bela Islam III.

“Insya Allah nanti generasi Muslim asli Papua akan hadir dalam (Aksi) Bela Islam III,” lapor Ahmad, Rabu ini.

“Assalamu’alaikum… Aku (akan) menuju Jakarta ikut aksi,” ujar Andi, bukan nama sebenarnya, pemuda dari salah satu kota besar di Kalimantan kepada media ini beberapa waktu lalu.

Informasi lain, hari ini, rombongan dari Pekanbaru bergerak ke Jakarta via jalur darat.

“Kafilah 212 dari Medan mengadakan dourah 3 hari selama perjalanan di kapal laut. Sampai saat ini baru sampai Tanjung Balai menuju Batam,” demikian informasi lain dari staf media ini. Informasi serupa dikabarkan oleh pengguna media sosial, beberapa waktu lalu.

Diketahui, antusias masyarakat Indonesia untuk mengikuti aksi ini demi ditegakkannya hukum yang berkeadilan. Khususnya, terkait kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dituntut segera ditahan.

Aksi Jalan Kaki

Dari Ciamis, Jawa Barat, sebagian umat Islam sudah melakukan perjalanan darat dengan berjalan kaki ke Jakarta sejak Senin (28/11/2016) dan Rabu ini sudah sampai di Bandung. Di Bogor, umat Islam direncanakan melakukan aksi jalan kaki ke Jakarta mulai besok, Kamis (01/12/2016).

Massa dari kota-kota lain di Jabar, seperti Bandung dan Cirebon pun sudah bersiap-siap untuk ikut Aksi Super Damai 212. Sumber media ini di Cirebon, misalnya, mengatakan, salah satu ormas Islam sudah mempersiapkannya.

“Sama ada owner (pemilik) perusahaan bus yang bantu fasilitasi. Alhamdulillah!” ujar Rizki, salah satu akvitis dakwah Islam di Cirebon via pesan pesan WhatsApp.

Qarib, salah seorang dai di Bandung Raya, mengatakan, dari lembaga dakwahnya akan diberangkatkan jamaah ke Jakarta dengan jumlah yang lebih banyak dari Aksi Damai 411 lalu. Waktu itu rombongannya sebanyak 1 bus.

“Nanti ini 2 bus,” ujarnya saat berbincang-bincang dengan hidayatullah.com di Jakarta baru-baru ini.

Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar, mempersiapkan 10.000-an jamaahnya untuk ikut serta Aksi Bela Islam III di Jakarta. [beritaislam24h.net / hc]

Meski Kapolri Janji Mencabut, Masih Ada Upaya Penghambatan Massa ke Jakarta


Meski Kapolri Janji Mencabut, Masih Ada Upaya Penghambatan Massa ke Jakarta

Berita Islam 24H - Aksi Bela Islam III yang akan digelar Jumat besok (02/12/2016) menyedot antusiasme kaum Muslimin di berbagai pelosok. Salah satunya, dari Lamongan.

Sejumlah aktivis Islam yang tergabung dalam GAMAN (Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan) berencana berangkat menggunakan 10 bus.

Namun karena ada tekanan dari pihak keamanan, jumlahnya dipangkas menjadi hanya 3 bus saja.

Itu pun tidak mudah bagi mereka untuk mencari bus yang bersedia mengangkut ke Jakarta.

“Kemarin saya yang ditugaskan untuk mencari kendaraan itu sampai ke Kudus. Karena di sini itu, satu, tidak layak untuk orang-orang tua busnya. Yang kedua banyak yang tidak siap kalau kita sewa,” tutur Nanang, selaku Sekretaris GAMAN, lansir Islamic News Agency (INA).

Meski harus mencari bus hingga jauh ke luar kota, masalah belum selesai. Booking dibatalkan secara sepihak dari perusahaan operator bus. Alasannya pun beragam.

“Ada yang berdalih waktu baliknya tidak cukup, karena mau disewa pihak lain. Ada pula yang mengakut terus terang karena ditekan polisi,” ungkap Nanang.

Nanang melanjutkan, di sebuah operator bus, pihaknya bahkan sudah memberikan uang muka sebesar Rp 6 juta. Tapi setelah ia pergi, dirinya mendapatkan SMS dari pihak bus.

“Maaf kami dihubungi Kasat Intel bahwa kami dilarang menaikkan penumpang untuk acara aksi demo 212 itu,” ujar Nanang menirukan bunyi teks SMS tersebut.

Janji Kapolri

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya menyatakan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta aksi damai pada 2 Desember mendatang.

Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.

“Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita,” ujar Tito, Senin (28/11/2016).

Namun bagi Nanang, imbauan Kapolri itu tidak berpengaruh sama sekali.

“Kita sudah jelaskan bahwa larangan ini sudah tidak berlaku karena sudah dicabut oleh Kapolri. Namun mereka tidak percaya,” keluh Nanang.

Menurutnya, pihak operator bus sebelumnya menerima larangan mengangkut massa untuk aksi damai 2 Desember melalui surat resmi, tertulis.

“Kalau dicabut, kenapa kok kita tidak dikirimi surat pencabutan dari kepolisian?” ujar Nanang menirukan alasan salah satu operator bus yang ditemuinya.

“Ini skenario kepolisian. Pelarangannya resmi tapi pencabutannya tidak resmi. Itu yang jadi masalah,” pungkasnya.* Imam S/INA. [beritaislam24h.net / hc]

Novanto Kembali Dilantik, Panglima PETA: Hukum dan Aturan Hanya Bisa di Permainkan oleh Penghianat Negara


Novanto Kembali Dilantik, Panglima PETA: Hukum dan Aturan Hanya Bisa di Permainkan oleh Penghianat Negara

Berita Islam 24H - Bismillahirrahmanirrahim.

Belum pernah saya dengar dalam hidupku sejak dunia ini di ciptakan oleh TUHAN bahwa ada seorang ketua DPR yang sudah di anggap Salah oleh pemerintah dan di berhentikan menjadi ketua DPR (PAPA MINTA SAHAM) kemudian di lantik kembali menjadi KETUA DPR yang kedua kalinya dalam satu masa.

Hukum dan aturan hanya bisa di permainkan oleh PENGHIANAT negara.

Jika hukum positif tidak bisa di jalankan maka hukum rimba berlaku kepada mereka yang mempermainkan hak hak kami sebagai warga negara.

Kami rakyat jelata bukan binatang yang seenaknya kalian permainkan hajat hidup kami. Kalian memangnya siapa?, kalian punya satu lembar nyawa seperti Halnya kami, kalian juga pasti akan mati seperti halnya kami,

Ya allah sesungguhnya hukum keadilan telah menyengsarakan kami karena ulah manusia rakus maka dengan itu kami hamba - hambamu memohon dengan segenap jiwa raga kami agar Engkau ya Allah tegakkan hukum di negri kami yang se adil- adilnya. Aamiin ya allah.

TTD

Panglima Besar Peta

Hamba Allah

Aher Puji Tekad Kuat Rombongan Peserta Aksi 212 dari Ciamis


Aher Puji Tekad Kuat Rombongan Peserta Aksi 212 dari Ciamis

Berita Islam 24H - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan bersama Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Herindra, Kapolda Jabar, Irjen Pol. Bambang Waskito menemui rombongan aksi jalan kaki masal asal Kabupaten Ciamis yang akan menuju Monumen Nasional (Monas) Jakarta dalam aksi super dama 212. Rombongan ditemui forum pimpinan daerah di Rancaekek Kabupaten Bandung, Rabu (30/11).

Gubernur pun mengapresiasi tekad mereka untuk turut serta dalam aksi 212. Serta menghargai perjuangan atas keyakinan yang digenggam oleh para peserta aksi.

"Kami menemui dan bersilaturahim dengan para peserta long march yang luar biasa bertekad kuat menuju Jakarta untuk ikut Do'a bersama Aksi Bela Islam III. Para peserta adalah juga warga kita yang tentu harus dihormati dan dimuliakan", kata pria yang akrab disapa Aher itu di Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Aher, sapaan akrabnya, beserta unsur pimpinan daerah pun berdiskusi dengan para tokoh dan pimpinan long march ini untuk dapat memberikan sarana yang nyaman dan aman, sehingga para peserta dapat sampai di ibukota pada waktunya.

Gubernur berbicara kepada pimpinan long march terkait efektifitas perjalanan mereka, salah satunya dengan menyarankan mereka menerima bantuan bus agar sampai ke Jakarta dengan selamat.

"Jika berhitung hari, maka rasanya dengan berjalan kaki tidak mungkin sampai tepat waktu. Jadi kita anjurkan supaya naik bus saja. Saya berkeyakinan tidak akan mengurangi pahala, tidak mengurangi niat, tidak mengurangi upaya yang bersungguh-sungguh yang sudah dilaksanakan teman-teman," tuturnya.

Dalam hasil diskusi tersebut usulan diterima. Massa bejalan kaki sampai ke Gedebage untuk menginap. "Baru nanti akan diantar bis sampai Jakarta," ucapnya.

Terkait armada yang akan digunakan, para santri, mereka mengaku mendapat bantuan bis dari donatur. Kabarnya tersedia sekitar 10 bis, dan mungkin akan bertambah lagi. Begitu pula mengenai akomodasi dan kebutuhan logistik, kabarnya mendapat bantuan dari banyak pihak sepanjang perjalanannya.

Namun lebih lanjut, Gubernur mengimbau pada para peserta Aksi Damai asal Ciamis untuk melancarkan aksinya dengan menjaga diri, menjaga ketertiban, dengan tidak ada sedikit pun nuansa kerusakan.

"Insya Allah super damai, saya percaya dengan teman-teman santri. Saya imbau sederhana saja, jangan nyampah! Jaga kebersihan. Saya akan sangat berbahagia, berbangga dengan semua peserta kalau kemudian aksi sebesar itu tidak meninggalkan sampah. Sampah dipegang ya bawa keresek masukin ke keresek. Itu dibuang pada tempatnya!" imbau.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Bambang Waskito, menyatakan agar semua PO Bus di Jawa Barat untuk melayani peserta Aksi Super Damai agar sampai ke Monas. Dirinya pun mengaku telah menyiapkan armada bus bila diperlukan para peserta.

"Saya sebetulnya sudah menyiapkan bus, saya katakan bahwa saya akan mempermudah, saya akan menyampaikan untuk semua bus yang ada di Jawa Barat untuk melayani pelaksanaan doa bersama di Monas yang akan dilaksanakan tanggal 2 Desember 2016 hari Jumat nanti," ungkap Kapolda. [beritaislam24h.net / rci]

Aksi 212 Upaya untuk Lindungi Al Quran, Panglima TNI: Baca Surat Al Hijr Ayat 9


Aksi 212 Upaya untuk Lindungi Al Quran, Panglima TNI: Baca Surat Al Hijr Ayat 9

Berita Islam 24H - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mempertanyakan rencana aksi damai yang berlangsung pada 2 Desember 2016.

Menurut Gatot, tuntutan aksi 4 November sudah diwujudkan, yakni memproses hukum Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terkait kasus dugaan penistaan agama. Basuki atau Ahok bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Apa yang jadi harapan sudah dilakukan, sudah ditetapkan Ahok sebagai tersangka. Dan proses hukum sedang berjalan karena ini negara hukum, apa lagi yang diminta?" kata Gatot di kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat, Selasa (29/11/2016).

Menurut Gatot, aksi damai pada 4 November lalu menunjukkan bahwa umat Islam merupakan umat yang demokratis, damai, dan berperilaku sejuk. Gatot menyebutkan, dirinya mendengar informasi bahwa aksi massa pada 2 Desember merupakan upaya melindungi Al Quran. Menurut dia, yang perlu dilakukan justru sebaliknya.

"Baca dong surat Al Hijr ayat 9. Bahwa yang melindungi Al Quran dan pelihara Al Quran itu Allah. Justru manusia berlindung kepada Al Quran untuk bisa hidup selamat dunia akhirat, jangan dibolak-balik," ujar Gatot.

Rencananya, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan kembali melanjutkan aksi unjuk rasa terkait proses hukum terhadap Ahok pada 2 Desember. Polri memberi izin aksi digelar di Silang Monas yang mampu menampung 600.000 orang sampai 700.000 orang. Aksi GNPF akan dimulai pukul 8.00 WIB dan akan diakhiri shalat Jumat berjemaah. [beritaislam24h.net / tnc]

Gemuruh 212 dan Persatuan Muslim Indonesia


Gemuruh 212 dan Persatuan Muslim Indonesia

Berita Islam 24H - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal mengatakan sejumlah buruh anggota KSPI akan menggelar aksi mogok nasional pada 25 November 2016, untuk turut serta berdemo di depan Istana Kepresidenan.

"Kami memang merencanakan mogok nasional pada tanggal 25 November, dan turun ke jalan bersama dengan Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI," kata Said Iqbal dalam sebuah wawancara kepada kantor berita Antara, di Jakarta, Senin.

Ia mengklaim mogok nasional ini akan diikuti jutaan buruh anggota KSPI dari sejumlah daerah di Indonesia. "Anggota kami ada sekitar 1,7 juta buruh di 31 provinsi dan aksi ini sudah disosialisasikan kepada mereka. Jadi nanti tanggal 25 November, mereka tidak akan bekerja," tambahnya kemudian.

Itu adalah kutipan berita yang dilansir dari Antara dengan judul "KSPI: Buruh Lakukan Mogok Nasional pada 25 November".

Usai aksi 411 atau waktu pelaksanaan aksi Bela Islam II 4 November, muncul informasi adanya aksi lanjutan. Sejumlah meme menyebar viral bertuliskan: Aksi Bela Islam III, 25/11. Padahal, saat itu belum ada pernyataan resmi dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa, GNPF MUI, soal waktu dan tempat aksi lanjutan penuntutan keadilan dan penegakan hukum atas Ahok.

Saya sempat menelpon Ustaz Bachtiar Nasir ihwal waktu tersebut. Beliau menjawab, pihaknya belum mengeluarkan keputusan apapun. Sekitar tanggal 18 November, baru muncul pernyataan resmi: Aksi Bela Islam III, dihelat 2 Desember, akrab diistilahkan 212.

Usai tanggal aksi 212 diumumkan resmi, negeri ini amat gaduh. Lebih gaduh dari dugaan kasus korupsi TransJakarta, Taman BMW, Sumber Waras, reklamasi; yang kasus itu juga dikaitkan dengan nama Ahok.

Beragam kegaduhan dibuat terkait 212. Mulai dari tuduhan makar, rencana pengeboman gedung DPR, penyebaran maklumat via helikopter, larangan bus mengangkut calon peserta aksi. Larangan ikut aksi 212 dari pemerintah sampai pernyataan serampangan Gubernur Kaltim Awang Faroek. Gubernur yang kerap dikaitkan soal kasus tambang itu menuding: warga Kaltim yang ikut aksi ke Jakarta adalah calon teroris yang perlu diwaspadai.

Tuduhan menyakitkan itu dikecam warga Kaltim. Bahkan anggota DPR RI, Nasir Djamil mendesak Awang agar minta maaf secara terbuka. Ia juga menyarankan Awang dilaporkan dan mengecam agar jangan jadi Ahok kedua di Indonesia. Anggota DPR Balikpapan, Syukri Wahid, menyebut statement Awang kacau.

Belakangan, kondisi berubah. Kapolri dan Mendagri justru menyarankan umat Muslim ikut dalam aksi 212. Perubahan itu terjadi usai adanya kesepakatan antara GNPF MUI dan Kapolri. Termasuk kesepakatan tempat dan teknis.

Umat bernafas lega. Walau sebagian sedikit menyesalkan: kenapa kesepakatan itu tak langsung menahan Ahok. Toh, kasus serupa langsung ditahan. Toh, status Ahok sudah tersangka. Dan banyak toh lainnya. Atau memang saat 212 Ahok akan ditahan? Berkasnya kan sudah P-21, sudah lengkap. Harus ditahan. Energi umat pun tidak dihabiskan dengan kasus seorang Ahok. Pun dengan substansi masalah nasional: krisis keuangan negara dan kejahatan finansial yang kini dilakukan audit finansial global dari pihak interpol dan keamanan internasional.

DPR pernah mengeluarkan pernyataannya: keuangan negara gawat. Sayang sekali energi bangsa ini dihabiskan hanya gegara mandulnya hukum. Atau kuatnya bekingan Ahok? Anda lebih paham menafsirkannya.

Apapun kita harus apresiasi kesepakatan antara GNPF MUI dengan Kapolri. Tapi, kenapa KSPI yang awalnya demo tanggal 2511, berubah jadi 212? Bahkan, saat Polri meminta untuk menunda, tak mau.

Sedikit lucu dan janggal. Ketika sudah diumumkan 2511, tanpa diminta pindah ke 212. Ketika 212 diubah ke tanggal lain, tak mau. Ada apa? Hanya karena ada klaim irisan isu yang sama? Sedikit aneh.

Hal aneh lainnya, usai aksi 414, banyak sekali aksi lain. Meski tak mau dibilang aksi tandingan, tetap saja publik menyematkan hal itu dengan aksi tak mau kalah oleh bersatunya umat Muslim di 411.

Ada aksi Parade Kebhinekaan 19/11, tapi diikuti LGBT, peserta berkaos lambang Israel, sampai yang berkostum tentara Romawi. Bhineka Tunggal Ika, apanya? Bertolak belakang dengan nilai Pancasila dan bangsa. Kenapa tak disebut makar? Mencoreng makna nilai Pancasila dan Keindonesiaan.

Lantas, ada pula aksi Nusantara Bersatu, 30/11. Aksi ini banyak diikuti pelajar. Sampai ada surat resmi ke kepala daerah. Apakah selama ini Nusantara tak bersatu? Apa isu makar, menyembunyikan sesuatu?

Kemudian, tanggal 112. Rencana aksi 1 Desember, tuntutan: referendum Papua. Tanggal itu kerap dikenal Hari Besar OPM. Tapi, tidak ada gemuruh isu makar, seperti yang dituduhkan pada 212.

Sebaliknya, belakangan meski aksi 212 diizinkan dan diimbau untuk ikut, koordinator pemberangkatan aksi 212 wilayah Kaltim, rekeningnya justru diblokir. Kenapa? Apa karena tuduhan Gubernur Awang?

Toh, faktanya warga Kaltim berangkat sendiri-sendiri dengan estimasi 1.000 orang. Berangkat via pesawat dan kapal laut. Apa mereka calon teroris seperti yang dituduhkan Awang? Itu adalah tuduhan paling menyakitkan.

Gemuruh 2511 dan 212, penuh tanda tanya. Apapun yang terjadi, selalu waspada terhadap upaya provokasi. Mari kita sematkan 212 sebagai: Hari Persatuan Muslim Indonesia. Tunjukan pada dunia: Indonesia selalu damai. Lalu, kembali fokus pada: sengkarut keuangan negara dan ragam kejahatan finansial yang menyengsarakan bangsa ini. Shallallahu 'ala Muhammad. [beritaislam24h.net / rci]