Pesan AA Gym : Pak Jokowi Kasus Ahok Bukan Perkara Enteng, Menyangkut Kehormatan Ulama


Pesan AA Gym : Pak Jokowi Kasus Ahok Bukan Perkara Enteng, Menyangkut Kehormatan Ulama

Berita Islam 24H - Pimpinan Darut Tauhid Aa Gym kembali memberikan komentar seputar kasus penistaan agama yang menimpa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Dalam pesan terbarunya yang diunggah di YouTube, Ahad (30/10), Aa Gym meminta Presiden Joko Widodo agar tak memandang remeh kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

"Sungguh besar harapan kepada pak Jokowi, pak Presiden Indonesia yang ditemui saudara Ahok sebelum datang ke polisi pasti memahami ini bukan perkara sederhana. Cukup satu ayat saja, ayat Allah pemilik jagat semesta diremehkan pasti dampaknya seperti ini," ujarnya.

Menurut Aa Gym, polisi dan kapolri akan mudah bertindak jika presiden memerintahkan langsung. Karena persoalan ini, kata ia, ada dalam genggaman perintah Presiden. "Semoga pak Jokowi serius memandang ini karena bagi umat Islam yang menyadari kemulian Alquran kehormatan ulama benar-benar menganggap persoalan ini hal yang sangat serius," katanya.

Aa Gym menjelaskan, kekurangseriuasan akan berdampak luas dan panjang. Ia pun tak menginginkan kerusuhan dan kerusakan di negeri yang dicintai ini. Untuk itu, kata ia, sumber persoalan harus segera diatasi.

"Saya sepakat dengan Letnan Johanes Prabowo yang saya baca dalam tulisannya. Untuk menghentikan demo sebesar apapun tak bisa dengan akal-akalan atau cara-cara kecuali satu saja yaitu dengan menghilangan penyebabnya," ujar Aa Gym. "Dan penyebabnya harus segera dengan cepat skandal saudara Ahok ini. Mudah-mudahan keadilan yang ditegakkan akan menjadi solusi baik."

Aa Gym pun berharap Presiden Joko Widodo dapat segera bertindak. Jangan sampai hanya karena satu orang yang tak bisa jaga dirinya, negara ini menjadi dalam kesulitan besar.

"Kami hanya menginginkan keadilan sikap yang adil tak adil, tak lebih. semoga Allah menolong bersikap di jalan yang Allah ridhai. Semoga kita bisa mengambil hikmah dan ambil bagian menegakkan keadilan. Tegakkan keadilan dengan cara-cara yang adil," katanya.

Sebelumnya politikus senior Amien Rais juga meminta agar Presiden Joko Widodo menyelesaikan skandal Ahok.

"Bung Jokowi, kami semua tahu bahwa Kapolri dan seluruh jajaran Polri berada dalam kendali Anda. Terus terang kasihan Kapolri harus memikul tanggung jawab untuk penyelesaian hukum kasus skandal Ahok dan menjadi sasaran kritik masyarakat sampai sekarang," tulis Amien dalam artikelnya.

"Lucunya, Anda belum berkata sepatah kata pun sampai sekarang tentang skandal Ahok. Sungguh aneh. Ada apa gerangan?"

Menurut Amien, bola penyelesaian skandal Ahok yang sangat berbahaya itu ada di tangan Jokowi. Hentikanlah permainan image building (pencitraan). "Di sebuah kesempatan, Anda bicara, biarlah KPK mengurusi korupsi gede, sementara Anda yang kecil-kecil."

"Pungli sepuluh ribu rupiah pun akan Anda kejar. Saya yakin decak kagum masyarakat yang dulu Anda nikmati, sekarang sudah berubah total. Rakyat kita sudah cukup cerdas, membedakan mana emas, mana loyang." [beritaislam24h.com / rci]

Dikabarkan Prof. Yusril Pun Ikut Gabung di Aksi 4 November


Dikabarkan Prof. Yusril Pun Ikut Gabung di Aksi 4 November

Berita Islam 24H - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra dikabarkan akan ikut ambil bagian dalam demonstrasi besar-besaran yang direncanakan digelar 4 November.

Yusril menuturkan, pihaknya berharap aksi demonstrasi pada Jumat (4/11) bisa berjalan lancar dan damai. Tidak sampai ada persoalan saat demo berlangsung.

Dia menuturkan semua orang yang ingin turun ke jalan pada Jumat itu diharapkan bisa tetap menjunjung tinggi hukum negara, hukum Islam serta demokrasi.

”Agar tidak terjadi benturan-benturan,” ujar Yusril saat dihubungi kemarin (30/11).

Yusril menuturkan bahwa menyatakan pendapat di muka umum itu dijamin oleh undang-undang dan menjadi hak siapa saja.

Apalagi, informasi yang dia ketahui polisi sudah memberikan izin demo yang berkaitan dengan dugaan penistaan agama itu.

”Karena menyatakan pendapat itu hak kan,” ungkapnya.

Terkait dengan kabar Yusril menjadi salah satu orang yang akan ikut serta dalam demo itu, dia enggan menanggapinya.

Dia menuturkan akan memberikan penjelasan tertulis lebih lengkap.

”Besok ya (hari ini, red) saya jelaskan dengan tulisan,” ujarnya singkat. [beritaislam24h.com / jpc]

Situasi Jakarta 4 November Tergantung Jokowi, People Power Tak Terbendung


Situasi Jakarta 4 November Tergantung Jokowi, People Power Tak Terbendung

Berita Islam 24H - Gelombang aksi massa menuntut proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok terkait kasus penistaan Alquran terus bergulir. Aksi massa yang semula hanya unjuk rasa bisa berkembang menjadi kekuatan people power karena penyelesaian kasus penistaan oleh Ahok di Pulau Seribu berlarut-larut.

Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF) MUI Bachtiar Nasir mengatakan, aksi bela Alquran pada Jumat, 4 November mendatang tidak bisa dibendung lagi dan dipastikan massa dari daerah akan berdatangan ke Jakarta.

GNPF-MUI hanya berupaya menekan agar peserta aksi tetap berada dalam korodor hukum, tertib, damai, dan menghindari chaos. Dia menambahkan, jika massa tidak puas dengan jawaban dan kesungguhan aparat dalam penegakan hukum, bisa diprediksi banyak hal tidak diinginkan akan terjadi.

Maka itu, kata dia situasi di Jakarta sebenarnya sangat tergantung pada sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, jika sejak awal Jokowi merespons aspirasi yang menuntut penegakan hukum dan keadilan atas penistaan Alquran, aksi bela Alquran tidak perlu digelar.

"Tetapi kalau sudah menyoal Alquran yang dinista, lihatlah energinya semakin bergelora. Situasi Jakarta bergantung pada Presiden. Seperti apa nanti situasi Jakarta, Presiden pasti sudah punya antipasi. Kami hanya menjalankan social control terhadap penegakan supremasi hukum dan keadilan," ujar Bachtiar di Purwokerto, Minggu (30/10/16).

Sekjen MIUMI Pusat ini menegaskan, jika massa berdatangan dan membentuk barisan people power, situasinya menjadi lain. Menurutnya, people power terjadi karena lembaga politik sekarang tidak kuat lagi.

Bahkan, lanjut dia, lemahnya kontrol lembaga legislatif terhadap eksekutif dan yudikatif membuat massa bergerak sendiri. "Saya tidak punya tendensi apa-apa. Saya tidak punya kepentingan, hanya ingin perbaikan," tegasnya. [beritaislam24h.com / snc]

Ngeri! Beredar Foto Persiapan Peti Mati untuk Ahok, Peluru, Granat dan Senjata Laras Panjang


Ngeri! Beredar Foto Persiapan Peti Mati untuk Ahok, Peluru, Granat dan Senjata Laras Panjang

Berita Islam 24H - Beredar foto seseorang berpakaian militer dan disampingnya terdapat sebuah peti kayu, peluru, granat dan senjata laras panjang. Tampaknya foto tersebut terkait dengan demo 4 November atas penistaan Al Quran yang dilakukan Ahok.

Tidak diketahui siapa yang mengunggah foto tersebut, namun tampaknya foto tersebut bukan foto editan. Terdapat keterangan #Jaisy Al-Fath. Jaisy Al-Fath diketahui sebagai salah satu kelompak aliansi pejuang Islam Mujjahidin.


Di peti kayu pada foto itu ditempel kertas bertuliskan "Peti mati untuk Ahok", juga terpampang beberapa lembar kertas lain dengan kalimat-kalimat ancaman terhadap Ahok,

"Tangkap Ahok sebelum 4 November"

"Hukum Ahok atau peluru kami yang menghukum. #Jaisy Al-Fath"

Melihat foto ini, apakah benar sudah direncanakan oleh kelompok-kelompok garis keras untuk menghakimi Ahok pada aksi 4 November mendatang? Mengingat sampai hari ini polisi belum juga menetapkan Ahok sebagai tersangka penistaan agama. [beritaislam24h.com / pmc]

Ahok Disuruh Pulang ke Rumah Mertuanya di Medan


Ahok Disuruh Pulang ke Rumah Mertuanya di Medan

Berita Islam 24H - Maraknya umat Muslim di seluruh wilayah Indonesia agar menangkap dan menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akibat penistaan Al Quran dan penghinaan terhadap Ulama, membuat geram masyarakat Indonesia.

Namun berbeda dengan warga lainnya, jika warga masyarakat lainnya justru diliputi dengan kemarahan untuk bertemu secara langsung dengan Ahok, tidak dengan salah satu warga Sumatera Utara ini.

Dengan mengendarai sepeda motor, pria yang dibonceng dan menggunakan ikat kepala dengan tulisan “Tangkap Ahok” ini membentangkan tulisan di kertas dan diperlihatkan kepada warga.

“AHOK !!!! Mertua Kau Dimedan Kapan Kau Ke Medan ???” demikian tulisan yang sengaja diperlihatkan kepada si pemotret, dan langsung diunggah ke media sosial. Redaksi media ini menemukan foto ini di akun instagram milik “mediaaswaja”.

Darwis, salah satu tokoh muda muslim asal Maluku Utara, memprediksikan jika pemuda tersebut ingin berhadapan dengan Ahok secara langsung.

“Persoalan ini bukan persoalan pilkada apalagi soal perbedaan Agama, suku ataupun etnis, namun ini soal penghinaan dan penistaan terhadap Al Quran oleh seorang Ahok,” ujar Darwis sambil menambahkan jika wajar tujuan setiap muslim yang marah cuma kepada Ahok seorang. [beritaislam24h.com / pbc]

Ulah Buzzer Dan Pendukung Bikin Ahok Makin Dibenci Masyarakat


Ulah Buzzer Dan Pendukung Bikin Ahok Makin Dibenci Masyarakat

Berita Islam 24H - Dugaan penistaan agama yang dilakukan calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menjadi blunder buat dirinya sendiri. Situasi semakin diperparah dengan sikap pemerintah dan Polisi yang terkesan membela Ahok.

Tidak hanya itu, langkah-langkah yang dilakukan pendukung Ahok, mulai dari pengamat hingga buzzer tidak bisa meredakan gejolak kasus ini. Sebaliknya, yang dilakukan pendukung dan buzzer justru nampak seperti memprovokasi masyarakat.

"Sikap pemerintah yang diam dan Polisi yang terkesan menjadi pelindung Ahok, juga pernyataan-pernyataan dari pengamat pendukung Ahok, para relawannya dan juga para buzzer di sosial media yang membela Ahok mati-matian justru memprovokasi masyarakat," kata Praktisi IT Ichwan Saychu, di Jakarta, Minggu (30/10).

Menurut Ichwan, perang di sosial media yang tadinya hanya dilakukan oleh para pendukung, kini sudah melibatkan masyarakat yang awalnya tidak peduli menjadi aktif di sosial media.

"Banyak pendukung Ahok yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang tidak masuk akal yang memancing emosi masyarakat," kata dia.

Dia mencontohkan bagaimana Mantan Ketua Tim Pemenangan Ahok, Nusron Wahid yang menjadi bahan cemooh karena sikapnya yang mendewakan Ahok dan melecehkan para ulama dalam sebuah tayangan televisi.

"Pernyataan-pernyataan Nusron itu banyak menjadi meme dan viral di sosial media. Bahkan sikap Nusron yang kerap melotot-melotot kalau bicara pun menjadi bahan bullying di sosial media," imbuhnya.

Ulah para buzzer Ahok yang kerap kali justru membuat pernyataan SARA dan menyerang Islam sehingga membuat kondisi menjadi seperti bola salju yang terus membesar dan siap meluluhlantahkan Ahok dan para pendukungnya.

"Buzzer ini kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang SARA baik terhadap Islam maupun masyarakat pribumi. Ini membuat panas situasi. Orang yang tadinya tidak peduli, karena agama dan rasnya diserang menjadi aktif. Ini sangat menggerus basis pendukung Ahok, karena tadinya banyak orang Islam yang mendukung Ahok kini jadi anti Ahok karena ulah para buzzer ini," kata pria yang berprofesi sebagai search engine optimizer ini.

Menurut Ichwan, tim buzzer bayaran nampak sudah panik. Mereka tidak sanggup melawan derasnya sikap anti Ahok.

"Yah mereka kan jumlahnya sekitar puluhan atau ratusan orang, tidak mungkin sanggup melawan pemikiran dari ribuan atau jutaan orang. People power tentunya jauh lebih kuat dari tentara bayaran," paparnya. [beritaislam24h.com / rc]

Laporan Dana Kampanye Ahok ke KPU Dinilai Janggal


Laporan Dana Kampanye Ahok ke KPU Dinilai Janggal

Berita Islam 24H - Para pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI telah menyerahkan laporan awal dana kampanye (LADK) mereka kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (27/10) lalu. Namun, Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai ada kejanggalan pada laporan keuangan tersebut, khususnya LADK yang diserahkan paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat (Ahok-Djarot).

"Laporan dana kampanye (Ahok) masih diragukan, karena angka penerimaan yang dilaporkannya tidak sesuai dengan pengeluaran yang sebenarnya," ujar Uchok kepada Republika.co.id, Ahad (30/10).

Dia menuturkan, Ahok sudah mulai 'bergerilya' menghadapi Pilkada DKI 2017 sejak dibentuknya perkumpulan Teman Ahok pada pertengahan tahun lalu. Akan tetapi, penerimaan dan pengeluaran dana yang dilakukan perkumpulan itu sama sekali tidak dicantumkan sang pejawat dalam laporan dana awal kampanyenya kepada KPU DKI.

"Seharusnyan Ahok juga mencantumkan dana operasional Teman Ahok sebagai sumbangan badan hukum swasta dalam laporan dana kampanyenya," ucapnya.

Menurut Uchok, Teman Ahok masuk dalam kategori badan hukum swasta karena pembentukan perkumpulan itu telah dilegalisasi dengan akta notaris pada 16 Juni 2015. Sesuai aturan yang termaktub dalam UU Pilkada, setiap dana yang berhubungan dengan kegiatan kampanye seorang kandidat harus dilaporkan kepada KPU. Oleh karenanya, kata dia, tidak ada alasan bagi Ahok untuk tidak melaporkan penerimaan dan pengeluaran dana Teman Ahok ke KPU DKI.

"Pertanyaannya, mengapa Ahok tidak mencantumkan sumbangan dana badan hukum swasta tersebut dalam laporannya ke KPU? Saya berani mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak wajar di sini. Ada yang nggak transparan," tuturnya.

Teman Ahok selama ini terlibat aktif melakukan kampanye kepada masyarakat dengan mengumpulkan dukungan satu juta KTP warga Jakarta untuk Ahok di berbagai tempat. Ketika itu, Ahok digembar-gemborkan bakal maju di Pilkada DKI melalui jalur perseorangan (independen).

Pengumpulan KTP tersebut bahkan juga dilakukan Teman Ahok dengan membuka stand-stand khusus di sejumlah pusat perbelanjaan di Ibu Kota. Menurut Uchok, kegiatan semacam itu tidak akan bisa dilaksanakan tanpa adanya dukungan modal yang besar dari pihak-pihak tertentu.

"Antara penerimaan dana kampanye yang dilaporkan Ahok ke KPU dengan kegiatan atau gerakan yang dilakukan orang-orangnya di lapangan sangat jomplang. Mereka menyebut penerimaannya minim, tapi belanjanya ternyata sangat besar," kata Uchok.

KPU Provinsi DKI Jakarta telah menerima laporan awal dana kampanye dari semua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang bertarung di Pilkada DKI 2017. Laporan keuangan itu diterima lembaga penyelenggara pemilu tersebut pada Kamis (27/10) lalu.

Berdasarkan data yang diperoleh Republika.co.id, penerimaan dana awal kampanye paslon Ahok-Djarot yang dilaporkan ke KPU DKI tercatat dengan total Rp 209,94 juta. Perinciannya, uang yang dikumpulkan paslon sebesar Rp 1 juta, dan dana sumbangan dari gabungan partai politik sebanyak Rp 208,94 juta.

Sementara, jumlah dana yang sudah dibelanjakan oleh paslon nomor urut dua tersebut sampai sejauh ini tercatat Rp 182,68 juta. Perinciannya, biaya untuk pertemuan tatap muka sebesar Rp 28,38 juta, pembuatan desain alat peraga kampanye Rp 51,05 juta, pembelian peralatan, Rp 11,77 juta, dan lain-lainnya Rp 91,47 juta. Ada pun sisa saldo dana awal kampanye paslon Ahok-Djarot saat ini adalah Rp 27,25 juta. Sebanyak 26,25 juta di antaranya dalam bentuk tunai, sedangkan yang Rp 1 juta lagi dalam rekening khusus. [beritaislam24h.com / rci]

Video Orasi Kapolda NTB Saat Aksi Bela Islam di Mataram


Video Orasi Kapolda NTB Saat Aksi Bela Islam di Mataram

Berita Islam 24H - Aksi Bela Islam yang melibatkan ribuan massa menuntut keadilan atas kasus dugaan penghinaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Mataram, Jumat (28/10) kemarin menyisakan cerita berkesan.

Dalam video dibawah ini merupakan satu bukti bahwa masyarakat NTB benar-benar religius. Baru saja Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono menyampaikan orasi dan janjinya, kemudian adzan ashar berkumandang. Seluruh massa seketika itu menghentikan seluruh aktivitasnya dan langsung menuju masjid terdekat yaitu di masjid Baitussalam Polda NTB.

Bahkan di tengah kerumunan massa, koordinator aksi ikut mengumandangkan adzan menggunakan pengeras suara menandakan bahwa waktu sholat ashar telah tiba. Seluruh massa aksi berbondong-bondong sholat ashar berjamaah dengan aparat kepolisian yang berjaga saat itu.

Masyarakat sangat tergantung dari para pemimpinnya. Gubernur NTB merupakan seorang ulama sedangkan Kapolda NTB dikenal sangat taat dalam beribadah. Tentunya hal ini berimbas langsung pada masyarakatnya yang menjunjung tinggi makna religiusitas.



Survei: Mayoritas Warga Jakarta Anggap Jokowi tak Netral


Survei: Mayoritas Warga Jakarta Anggap Jokowi tak Netral

Berita Islam 24H - Penelitian yang dilakukan lembaga survei Kedai Kopi menunjukkan sebanyak 52 persen warga Jakarta menganggap Presiden Joko Widodo tak netral dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Kedai Kopi Hendri Satrio saat merilis hasil survei lembaganya, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (30/10).

"52 persen masyarakat berpendapat Jokowi tidak netral, 27 persen menjawab Presiden netral dan sisanya menjawab tidak tahu," ujarnya.

Namun begitu, Hendri tidak mengungkapkan secara detail kepada pasangan nomor urut berapakah Jokowi dianggap tidak netral. Adapun terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla, sambung dia, masyarakat yang menganggap JK tak netral hanya 41 persen.

Jokowi sendiri selama ini dikenal dekat dengan pejawat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, calon gubernur nomor urut dua. Maklum, Jokowi dan Ahok pernah bersama-sama memimpin Jakarta selama dua tahun.

Menanggapi hasil survei tersebut, tim pemenangan Ahok-Djarot Hendrawan Supratikno menganggap wajar saja jika ada anggapan yang menilai Presiden condong pada Ahok. Sebab, kata dia, jika toh Presiden memilih pejawat, artinya Jokowi ingin program yang dijalankan di Jakarta memiliki kesinambungan dari apa yang sudah dia lakukan saat memimpin Ibu Kota bersama Ahok. [beritaislam24h.com / rci]

Bareskrim Lebih Takut Ahok, Taipan, dan Jokowi Ketimbang Rakyat


Bareskrim Lebih Takut Ahok, Taipan, dan Jokowi Ketimbang Rakyat

Berita Islam 24H - Belum adanya panggilan yang dilayangkan Bareskrim mabes Polri terhadap Ahok terkait dugaan penistaan agama disesalkan sejumlah kalangan tak terkecuali kalangan anggota DPR RI.

"Seperti banyak diperkirakan orang Bareskrim lebih takut sama Ahok, para taipan dan Jokowi daripada oleh rakyat dan oleh hukum. Mungkin seperti kata beberapa pendapat , mereka punya utang budi kepada Ahok dan para taipan di belakang Ahok," sindir Sodik Mudjahid Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI ini saat dihubungi TeropongSenayan di Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Karena, lanjut dia, mereka bekerja lebih lambat dibanding kasus lain yang mereka tangani.

"Saya harap bareskrim lebih berani. Untuk membuktikan bahwa Polri di bawah Tito independen dan serius menegakan supremasi hukum," tandas politisi Gerindra ini.

Menurutnya, jika Bareskrim tak segera memproses Ahok maka ada dampak serius terhadap dunia hukum kedepannya.

"Pertama, pelemahan terhadap upaya membangun supremasi hukum. Kedua, menguatkan image bahwa hukum yang ditegakan melalui polisi hanya kuat untuk rakyat dan tumpul untuk pejabat dan konglomerat. Ketiga, melemahnya kepercayaan rakyat kepada supremasi hukum dan aparat hukum dan mengesankan politik dan pilkada diatas hukum," tegasnya.

"Makanya Jika Ahok tidak segera diproses maka khawatir akan ada kerusuhan. Karena sekarang isu sudah meluas bukan hanya pelecehan agama. Tapi sudah meluas kepada isu ketidakadilan hukum. Dan isu arogansi dan kesewenang-wenangan etnis Cina yang diwakili Ahok kepada kaum pribumi," tambahnya.

Menurutnya, tidak tegasnya aparat kepolisian dalam menangani dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok kemungkinan adanya intervensi Jokowi.

"Pada awalnya ada isyarat-isyarat seperti itu. Karena untuk urusan yang fundamen menyangkut keadilan hukum dan masalah sensitif bagi umat Islam sebagai mayoritas bangsa Indonesia, Jokowi belum pernah ada komen apalagi dorongan penegakan hukum. Beda sikapnya terhadap kasus pungli," pungkasnya. [beritaislam24h.com / tsc]

HUMANIKA: Impor Cangkul Hina Harga Diri Bangsa


HUMANIKA: Impor Cangkul Hina Harga Diri Bangsa

Berita Islam 24H - Himpunan Masyarakat untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA) menyebut, impor cangkul dari China yang dilakukan rezim Jokowi sangat memalukan. Impor itu dinilai tidak masuk akal. Apalagi, dilakukan jelang peristiwa monumental Sumpah Pemuda.

"Impor tersebut sangat tidak masuk akal karena dimana letak sulitnya memproduksi cangkul sehingga harus mengimpornya dari China," ungkap Sekjen HUMANIKA Sya'roni dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (30/10/2016).

Menurut Sya'roni, rezim Jokowi benar-benar telah membuat bangsa ini malu dalam percaturan global. Ternyata setelah 71 tahun merdeka, setelah 88 tahun mengikrarkan Sumpah Pemuda, ternyata bangsa yang mengklaim sebagai bangsa agraris harus mengimpor cangkul.

"Sulit rasanya berbicara persaingan ekonomi global yang lebih besar, jika untuk cangkul saja harus mengimpornya," tandasnya.

Sa'roni mengatakan, bangsa ini tidaklah kekurangan sumber daya manusia dan juga tidak kekurangan bahan baku untuk memproduksi cangkul. Sehingga kebijakan pemerintah mengimpor cangkul bisa dianggap menghinakan diri di hadapan bangsa-bangsa di dunia.

Selain itu, lanjutnya, impor cangkul jelas suatu kebijakan yang memukul para usahawan kecil pembuat cangkul. Pemerintah yang seharusnya melindungi keberlangsungan usaha kecil ternyata telah membuat kebijakan yang bisa membunuh keberadaan usaha rakyat.

"Apapun alasannya mengimpor cangkul merupakan kebijakan yang salah besar," tegasnya.

Menurut Sya'roni, dalih akan beredarnya cangkul ilegal bisa diatasi dengan mengerahkan aparat terkait. Tidak boleh dalih tersebut dengan serta merta dijadikan pembenaran untuk melakukan impor cangkul. Oleh karena itu, ada dugaan bahwa kebijakan impor ini hanya menguntungkan kelompok tertentu.

Karena itu, Sya'roni mendesak supaya Presiden Jokowi segera membatalkan impor cangkul dan juga segera mengembalikan cangkul yang sudah terlanjur sampai di Indonesia.

"Presiden Jokowi menggerakkan usaha rakyat untuk memproduksi cangkul secara massal sehingga kebutuhan nasional dapat terpenuhi tanpa harus mengimpor," tambahnya.

Hal penting yang juga harus dilakukan adalah mengevaluasi para pejabat yang terlibat dalam impor cangkul dari China. [beritaislam24h.com / sic]

Adik Jefri Al Bukhori: Umat Islam Tak Bisa Ditakut-takuti


Adik Jefri Al Bukhori: Umat Islam Tak Bisa Ditakut-takuti

Berita Islam 24H - Adik kandung almarhum Ustad Jefri Al Buchori (Uje), H Fajar Sidik menegaskan, dalam aksi membela agama Allah, pada 4 November mendatang, umat Islam tidak bisa ditakut-takuti.

"Umat Islam nggak bisa ditekan dalam bentuk apa pun, " kata anggota DPRD DKI ini, di Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Sidik memprediksi ribuan massa akan tetap turun ke jalan pada Jumat, 4 November mendatang. Mereka menuntut Bareskrim Polri segera memproses Gubernur DKI (nonaktif), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang diduga telah melakukan penistaan agama dan menghina ulama.

"Bukti dan saksi sudah kuat, diperkuat fatwa MUI, sehingga nggak ada alasan Bareskrim tidak segera memproses Ahok," ujar Sidik.

Sebelumnya diberitakan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan menegaskan, tidak ada perintah tembak di tempat terhadap pendemo yang akan berunjuk rasa menolak penistaan agama pada Jumat (4/11/2016).

"Di Polri tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksanaan pengamanan demo," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (30/10/2016).

Pernyataan Irjen Polisi M Iriawan melalui Kabid Humas Polda Metro Jaya itu sebagai klarifikasi pemberitaan mengenai perintah tembak di tempat bagi pendemo.

Awi mengatakan anggota Polri tidak diperbolehkan membawa senjata api maupun tembak di tempat saat mengamankan unjuk rasa. [beritaislam24h.com / tsc]

Habib Rizieq: Pantas Sukmawati Gagal Paham Pancasila, Ternyata Ijazah SMAnya Palsu


Habib Rizieq: Pantas Sukmawati Gagal Paham Pancasila, Ternyata Ijazah SMAnya Palsu

Berita Islam 24H - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mengungkapkan pernyataan telak, mengapa Sukmawati Soekarno Putri, gagal paham soal Pancasila.

Menurut Habib Rizieq -sapaan akrabnya- hal itu wajar terjadi dan bisa dimaklumi, lantaran status pendidikan Sukmawati yang tak jelas, karena pernah terlibat kasus ijazah palsu.

“Pantas Sukmawati Soekarnoputeri gagal paham soal Pancasila, ternyata Ijazah SMAnya palsu. Pemalsu ijazah itu harus dipenjara selama 6 tahun. Akibat ijazah palsunya, nama Sukmawati dicoret KPU dan gagal menjadi caleg,” kata Imam Besar FPI dalam situs resminya HabibRizieq.com, Sabtu (29/10/2016).


Seperti diketahui, pada bulan November tahun 2008, kepolisian menetapkan mantan calon legislator dari Partai Nasional Indonesia Marhaenisme, Sukmawati Soekarno Putri, sebagai tersangka pemalsuan ijazah. Anak Proklamator Sukarno itu diancam penjara maksimal 6 tahun penjara.

“Dia diperiksa sebagai tersangka ijazah palsu,” ungkap Direktur I Keamanan Trans Nasional Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Badrodin Haiti, saat itu, seperti dikutip Viva.co.id, Kamis, 13 November 2008.

Dalam pemeriksaan pertamanya yang berlangsung dari pukul 10.00 sampai pukul 15.45 Waktu Indonesia Barat, Sukmawati tak mengakui telah memalsukan ijazah Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Jakarta. Namun polisi tak bisa mempercayai ijazahnya karena pihak sekolah telah mengkonfirmasi “Kalau dia sekolah di sana hanya kelas satu sampai dua.” “Tapi waktu kita tanya, ijazah aslinya, dia bilang hilang,” kata Badrodin.


Polisi menggunakan Undang-undang No 10 Tahun 2008 tentang Pemilu untuk menjerat adik kandung Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Sukarno, itu. “Kalau nanti terbukti, dia akan dikenakan pasal 266 UU 10/2008 tentang pemalsuan dokumen. Tuduhannya itu. Tapi dia sekarang mengelak,” kata Badrodin. Namun polisi akan terus mendalami dengan melanjutkan memeriksa sejumlah saksi.

Untuk diketahui pasal 266 berbunyi:

“Setiap orang yang dengan sengaja membuat surat atau dokumen dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang memakai, atau setiap orang yang dengan sengaja menggunakan surat atau dokumen yang dipalsukan untuk menjadi bakal calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota atau calon Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 dan dalam Pasal 73, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 36 (tiga puluh enam) bulan dan paling lama 72 (tujuh puluh dua) bulan dan denda paling sedikit Rp 36.000.000,00 (tiga puluh enam juta rupiah) dan paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).”

Namun anehnya, pihak aparat kepolisian waktu itu justru menghentikan penyidikan kasus dugaan ijazah palsu tersebut, padahal pidana maksimal 6 tahun penjara sudah menanti. [beritaislam24h.com / pmc]

Catat! Kapolda Instruksikan Anggota Tak Boleh Bawa Senpi Saat Kawal Demo 4 November


Catat! Kapolda Instruksikan Anggota Tak Boleh Bawa Senpi Saat Kawal Demo 4 November

Berita Islam 24H - Polda Metro Jaya akan mengawal penuh aksi unjuk rasa ormas Islam terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), Jumat 4 November. Personel yang melakukan pengamanan demo dilarang membawa senjata api.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono, sekaligus mengklarifikasi pemberitaan di beberapa media yang menyebutkan bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan memerintahkan anggotanya untuk menembak di tempat pelaku demo anarkis.

"Tidak ada perintah untuk menembak di tempat dalam pelaksanaan pengamanan demo. Justru Polri dilarang membawa senjata api saat pengamanan demo atau unjuk rasa tersebut, apalagi menembak di tempat," tegas Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (30/10/2016).

"Mohon untuk dicermati berita yang berkembang yang ingin memperkeruh suasana dan membuat keresahan di masyarakat, dengan memilintir berita, provokasi dan lain-lain yang membuaat suasana panas dan agar saling berhadapan," lanjut Awi.

Awi menambahkan, demo adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum. Sehingga, pihaknya pun akan memberikan pelayanan yang bersifat persuasif kepada massa agar pelaksanaan demo berjalan tertib dan lancar.

"Sekali lagi kami beritahukan bahwa tidak pernah kami dengar ada perintah tembak di tempat," imbuh Awi.

Awi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memperkeruh suasana. "Kita harus waspada terhadap pihak yang tidak beranggung jawab yang memanfaatkan moment ini untuk anarkhi atau bahkan ingin agar Indonesia seperti negara di Timur Tengah atau Irak atau paling tidak berulang seperti 98," sambung Awi.

Awi menambahkan, pihaknya dibantu personel TNI akan melakukan pengamanan untuk aksi demo nanti agar pelaksanaan Pilkada DKI pun tetap berjalan kondusif.

"TNI dan Polri sedang berupaya sekuat kemampuan untuk mengamankan kota DKI dan kota lanya di Indonesia agar tetap aman dan damai," pungkas Awi. [beritaislam24h.com / dc]

Surat Terbuka Seorang Da'i untuk JK: Puang, Masih Ada Waktu!


Surat Terbuka Seorang Da'i untuk JK: Puang, Masih Ada Waktu!

Berita Islam 24H - Seorang da'i bernama Achmad Buchory-Muslim Muhammad mengunggah sebuah surat terbuka untuk Wakil Presiden Jusuf Kalla di laman Facebook-nya. Surat yang menggugah tersebut kini mulai bersiliweran di media sosial sejak diunggah pada Jumat (27/10), lalu.

Dalam suratnya, Achmad Buchory ingin meminta kesediaan JK berbisik pada Presiden Jokowi terkait situasi umat Islam saat ini yang merasa agamanya telah dinista Gubenur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Berikut surat terbuka Achmad Buchory:

#SURAT TERBUKA

بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada Yang Ananda hormati,
Ayahanda DR H Muhammad Jusuf Kalla
Wakil Presiden Republik Indonesia

di

Jakarta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Semoga Allah جل جلاله Senantiasa merahmati Bapak sekeluarga khususnya dan semua keluarga Besar Istana Wakil Presiden Republik Indonesia agar dapat melaksanakan tugas sehari-hari khususnya tugas Mulia dan Utama kita menjadi Hamba sekaligus KhalifahNya di muka bumi yang sementara ini.

Sebelumnya, ananda Ucapkan : #Selamat Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2016, #SEMOGA SPIRIT SUMPAH PEMUDA MENJADI SPIRIT KITA DALAM BERBANGSA DAN BERNEGARA

#Tabe Puang,

Rasanya sudah agak lama tidak ketemu dengan Bapak, dan rasanya saya hampir lupa kalau Bapak masih Wakil Presiden Republik Indonesia (Sekali lagi tabe) karena nyaris tanpa berita apalagi memang ananda jarang nonton televisi. Terakhir ketemu Bapak beberapa bulan yang lalu, ketika ananda menjadi Khatib dan Imam di Masjid-ta Baiturrahman Istana Wakil Presiden.

Hal ini bukan mengada-ngada, karena semua Rakyat tahu Bapak tidak ada ketika pelantikan Mentri Baru Pak Jonan dan Pak Archandra dimana saat itu kami sedang aksi besar Ummat Islam dari Masjid Istiqlal - Kantor Kabarseskrim - Balaikota tiga Jum'at yang lalu dalam rangka menuntut pengadilan atas penista Al Qur'an, Kitab Suci kita.

#Tabe Puang,

Alhamdulillah ananda cukup terhibur, ketika baca berita beberapa hari terakhir dimana mulai ada suarata terkait penistaan yang menghebohkan Ummat Islam, bukan hanya Indonesia tetapi seluruh Dunia. Bahkan yang non Muslimpun turut mengutuk atas perbuatan zhalim tersebut. Sungguh ananda senang, sama senangnya ketika kami para Da'i dengan sukarela menjadi Jurkam Bapak dan Pak Wiranto (tabe : sekarang saya tidak dengar suaranya terkait peristiwa ini, dan ananda juga ga ingat kalau beliau ternyata Menko Polhukam) ketika menjadi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI tahun 2009 yang lalu.

Senangnya kami membaca berita itu akan bertambah, jika sebagai Orang Tua dan dituakan di Negri Mayoritas Ummat Islam ini apatahlagi "Kita" juga sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, bukan hanya menasihati dan mengingatkan BTP Gubernur "Durian runtuh" DKI (tabe, tak enak menyebut nama akrabnya karena tidak bagus artinya di kampung ananda, juga dalam bahasa Inggris), tapi perlu ki bicara sama Pak Jokowi, Presiden kita (#tabe Puang, tidak bermaksud mengajari) untuk memperhatikan gelombang aksi protes yang sangat dahsyat, hampir seluruh Negri tercinta ini, walau di televisi nyaris tak ada beritanya.

#Tabe Puang,

Aksi dan gelombang masa dalam protes Akbar ini sudah tak terbendung, apatahlagi aksi Kamis kemarin di Bogor sudah sampai "mengepung Istana" di mana Presiden kita tinggal. Belum lagi hari ini, besok dan lusa di berbagai Daerah dan puncaknya tanggal 04 Nopember, Jum'at pekan depan. Ini sangat mengkhawatirkan. Amat sangat mengkhawatirkan.

Kekhawatiran ini tidak seberapa, walau sampai terjadi "hal yang tak diinginkan" di aksi Akbar Berjuta Ummat dalam rangka bela Islam pekan depan, tetapi sebagai mana surat terbuka ananda pada Ibu Hj Megawati CS beberapa waktu lalu, ananda lebih khawatir dan takut atas datangnya adzab yang tak terduga karena kita diam atas penistaan Kalaamullah ini.

Mungkin "Kita" pernah baca atau dengar sejarah Islam, di mana anjing saja marah bahkan sampai menerjang penghina Rasulullah صلي الله عليه وسلم ketika itu, apalagi ini penghinaan terhadap Al Qur'anul Kariim, Kitab suci Firman Allah العزيز.

#Tabe Puang,

Ananda baca, Bapak tersinggung dan marah tentang ucapan BTP Gubernur Durian runtuh DKI tentang Pancasila kaitannya dengan kepemimpinan di Negri Mayoritas Muslim terbesar di dunia ini, apatahlagi terkait dengan penistaan KitabNya Dzat Penguasa alam jagat raya ini.

#Puang, masih ada waktu! sekali lagi ananda tidak takut imbas dan apapun yang terjadi terkait dengan aksi 04 Nopember, tetapi ananda takut Allah Al Jabbar yang akan marah, dan itu yang sangat mengerikan والعياذ بالله. Bisikin Pak Jokowi Puang, ini Bahaya, sangat Bahaya, sebagaimana kata Prof Yusril, lebih genting dari suasana 98, jangan sampai karena membela satu orang BTP, membuat Indonesia harus berantakan.

Terakhir, maafkan ananda Puang, ananda nulis ini karena sayang dengan Puang, karena kata orang ini juga bahagian dari kekhawatiran Puang ketika Pak Jokowi mau dicalonkan. Jadi, Bisikin cepat Puang, ingatin cepat Puang, terlalu mahal rasanya Indonesia harus digadaikan demi seorang Penista, Jabatan Bapak berdua goyah "hanya" karena ulah satu orang yang tak mampu menjaga mulutnya.

Ananda Do'akan semoga Bapak berdua dapat memimpin samapai akhir jabatan dengan aman.

Selamat menjalankan Sunnah-sunnah Jum'at hari ini, agar Jum'at kita menjadi Jum'at berkah.

والله اعلم وبارك الله فيكم
وصلي الله علي نبينا محمد وعلي اله وصحبه
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bumi Allah Indonesia,
Jum'at Berkah, 27 Muharram 1438 H
28 Oktober 2016 M

Di Depan Petani Jokowi Bilang tak akan Impor, Padahal Sudah Datangkan Beras 1,14 Juta Ton


Di Depan Petani Jokowi Bilang tak akan Impor, Padahal Sudah Datangkan Beras 1,14 Juta Ton

Berita Islam 24H - Presiden Joko Widodo di depan kelompok petani di Jawa Tengah yang baru panen raya belum lama ini menyebut tak akan impor beras hingga ahkir tahun 2016 ini.

Namun jika dilihat kondisi sebelumnya, di mana pemerintah sudah melakukan impor beras besar-besaran, bahkan sudah melampaui impor beras tahun lalu, maka bisa saja Jokowi dengan mudah mengatakan tak akan impor beras hingga akhir tahun.

“Berdasar data BPS (Badan Pusat Statistik), sampai September 2016 lalu pemerintah sudah mengimpor 1,14 juta ton beras. Itu angka yang sangat besar,” jelas ekonom INDEF, Bhima Yudhistira Adhinegara di Jakarta, Minggu (30/10).

Menurut dia, kebijakan impor beras pemerintah sudah tak terkontrol. Kendati pemerintah selalu mengatakan, tidak akan impor, tapi berdasar kejadian yang sudah-sudah tetap saja pemerintah melakukan impor juga.

“Jadi jumlah itu (impor beras), tak dapat dianggap remeh. Bahkan di hingga Juli lalu saja, sudah melampaui impor beras tahun 2015 lalu. Jadi lucu kalau sekarang Pak Jokowi bilang tak akan impor beras,” cetus Bhima.

Apalagi selama ini, klaim Menteri Pertanian Amran Sulaiman kebijakan beras yang diimpor itu hanya beras premium. Tapi tetap saja liberalisasi kebijakan impor semakin lebar.

Dan faktanya, kata dia, sulit untuk dikontrol apakah itu beras premium atau beras kualitas biasa, jika kebijakan impor terlalu bebas.

“Jadi menurut kami, apapun dasarnya tetap saja kebijakan impor beras selama ini telah dibuka secara bebas,” ketusnya.

Jadi, menurutnya, kebijakan impor beras ini meningkat sangat signifikan. “Tentu saja ini sangat disayangkan, padahal pemerintah ingin memajukan kemandirian ekonomi dengan meningkatkan sektor dalam negeri,” jelas Bhima.

Dalam catatan INDEF, selama dua tahun pemerintahan Jokowi ini, kemandirian pangan yang dicita-cita dalam Nawa Cita dulu masih jauh dari kata tercapai.

Sebelumnya, kemarin, Presiden Jokowi menegaskan tak akan mengimpor beras hingga akhir 2016. Pasalnya, saat ini, stok beras nasional hampir mencapai 2 juta atau 1.980.000 ton. Sementara tahun lalu, pada periode September-Oktober, stok beras nasional hanya sebanyak 1.030.000 ton.

“Saya pastikan sampai akhir tahun tidak ada impor beras,” tandas Jokowi usai melakukan panen raya bersama di Boyolali, Jawa Tengah.

Dijelaskan Presiden, pemerintah akan fokus untuk memperbesar stok nasional. Setelah itu baru kemudian berbicara ke untuk melakukan ekspor. Tapi menurut dia, kebijakan ekspor untuk kualitas beras yang baik memang sudah dimulai sejak tahun lalu.

“Jadi peningkatan panen raya saat ini, pertama, karena memang airnya melimpah. Dan kedua, saya kira memang penggunaan-penggunaan benih-benih unggul ini memberikan hasil yang baik,” tegas Presiden. [beritaislam24h.com / ac]

Survei: Kasus Al Maidah, Elektabilitas Ahok Nyungsep di Bawah 30 Persen


Survei: Kasus Al Maidah, Elektabilitas Ahok Nyungsep di Bawah 30 Persen

Berita Islam 24H - Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) memaparkan hasil yang cukup berbeda dari beberapa survei lain bagi ketiga pasangan calon di Pilkada DKI. Survei Kedai Kopi yang dilakukan sejak 19-24 Oktober 2016, menunjukkan elektabilitas calon pejawat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), turun di bawah angka 30 persen.

Juru bicara Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio, mengatakan elektabilitas Ahok memang terus turun di bawah 30 persen. Hal ini tidak lepas dari kasus di Pulau Seribu terkait Al Maidah ayat 51. "Elektabilitas Ahok turun 27 persen, atau di bawah 30 persen. Tapi penururan suara itu tidak beralih ke calon lain, dengan kata lain mereka akhirnya belum bisa memilih calon yang mana," kata Hendri, saat pemaparan hasil survei Kedai Kopi di Cikini, Jakarta, Ahad (30/10).

Ia mengungkapkan dengan data tersebut, artinya ketiga calon semua berada di bawah 30 persen. Karena elektabilitas Agus Yudhoyono Harimurti dan Anies Baswedan di kisaran 20-an persen. Dari hasil survei Kedai Kopi September lalu misalnya, angka elektabilitas Ahok masih berada di angka 37 persen, jauh di atas dua pasangan lain.

Ia mengungkapkan faktor yang paling berpengaruh menurunkan elektibilitas Ahok adalah kasus Pulau Seribu, yakni video terkait Al Maidah ayat 51. "Usai Tragedi Al Maidah, elektabilitas Ahok anjlok di bawah 30 persen," katanya.

Survei Kedai Kopi ini dilakukan sebelum penetapan nomor, dengan jumlah responden 694 orang. Dari total responden tersebut berharap ada 67 persen responden mengatakan penantang berpeluang mengalahkan Ahok. Kemudian dari warga Jakarta yang disurvei, 53 persen responden memprediksi pilkada akan berlangsung dua putaran.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling. Dilakukan dengan interview tatap muka kepada responden terpilih, dan margin of error 4 persen. Karakter responden sebaran usia lebih besar 50 tahun dan yang disurvei kepala keluarga atau istri, di mana etnis mayoritas warga Betawi dan Jawa. Responden mayoritas Islam 91 persen, 50 persen SLTA, pendapatan di bawah tiga juta rupiah. [beritaislam24h.com / rci]

Seandainya Ahok Muslim Di Myanmar


Seandainya Ahok Muslim Di Myanmar

Berita Islam 24H - Andai si PENISTA AGAMA ini tinggal di negara Myanmar tentu sudah berbeda nasib dan perlakuan.

Lihat saja umat Islam yang minoritas di negara Myanmar , tidak melakukan kesalahan, tidak menghina kaum pribumi apalagi MENGHINA AGAMA PENDUDUK MAYORITAS, tapi mereka di genosida, dibakar hidup hidup, bahkan mesjid mereka dibakar tanpa sebab.

Sayang ini bukan Myanmar, ini INDONESIA yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Umat Islam di indonesia sudah sangat Sabar, umat Islam di indonesia masih percaya hukum yang ada di negeri ini, umat Islam masih percaya penegak hukum dan pemimpin di negeri ini.

Umat Islam hanya meminta si PENISTA AGAMA ini di hukum sesuai hukum yang ada di negeri ini.

Kami tidak akan melakukan genosida, kami tidak akan membakar hidup hidup umat yang seagama dengan dia, apalagi sampai membakar rumah ibadah mereka. tidak..

Kami hanya ingin hukum di tegakkan supaya tidak ada lagi di kemudian hari orang-orang yang menistakan agama di negeri yang kami cintai ini.

Tapi jangan salahkan kami umat Islam jika pemimpin di negeri ini diam, jangan salahkan kami umat Islam jika penegak hukum acuh terhadap masalah ini.

Jangan salahkan kami umat Islam jika hukum tidak di tegakkan maka kami umat islam yang akan MENGHUKUM sendiri si penista agama ini.

Dikutip dari laman facebook Ceramah Habib Rizieq

Dibalik Penyebab Pemecatan Walkot Jaksel oleh Jokowi Ahok! Menangis Anda Membaca ini!


Dibalik Penyebab Pemecatan Walkot Jaksel oleh Jokowi Ahok! Menangis Anda Membaca ini!

Berita Islam 24H - Tulisan ini sebuah aktualisasi ekspresi kritis atas realitas obyektif prilaku politik Jokowi dan Ahok urus pemerintahan DKI. Tulisan ini diambil dari kamar sebelah. Sila baca dgn hati dan pikiran negarawan.

"Dibalik Penyebab Pemecatan Walkot Jaksel Oleh Jokohok” Menangis Anda Membaca Ini…..!!!

Kita bahas tentang Jokowi lagi ya ..ini dari hasil diskusi dengan pejabat Pemprov DKI kemrin siang ..supaya rakyat melek dan tahu siapa Jokowi??

1. Ingatkah anda ketika Effendi Anas Walikota Jaksel dipecat dari jabatannya setahun lalu? Apa penyebabnya ?

2. Februari 2013 lalu, Jokowi Ahok masih ‘bulan madu’ dengan eforia rakyat Jakarta yang mengelu2kan kedua tokoh pemimpin baru Jakarta

3. Rakyat tidak mau dengar alasan sebenarnya pemecatan Effendi Anas. Rakyat Jakarta hanya tahu Efendi bersalah, dan Jokohok tdk mungkin salah

4. Rakyat Jakarta sudah menganggap Jokowi Ahok seperti Nabi. Tdk boleh disalahkan dan mustahil berbuat salah. Efendi anas PASTI SALAH

5. Padahal Efendi Anas diberhentikan karena melawan dan menolak perintah Jokowi ahok untuk korupsi, melanggar aturan dan hukum. PECAT !!

6. Jokowi yang mudah berjanji dan suka cari simpati dgn program2 populis memaksa Walikota Jaksel keluarkan uang utk biayai kegiatan2 Jokowi

7. Jokowi bersikeras, Ahok ngotot, Efendi tetap menolak. Pecat ? Belum. Pemecatan Efendi Anas sebagai walikota Jaksel terjadi setelah itu

8. Yaitu ketika Efendi Anas TIDAK TERIMA sikap dan perilaku investor2 China yang mendikte pemprov DKI terkait proyek monorel dan MRT

9. Rapat di Balaikota itu awalnya dipimpin Ahok. Dia buka sebentar dan kemudian mempersilahkan investor china ambilalih pimpinan rapat

10. Keputusan Ahok itu tentu membuat kaget semua pejabat yg hadir. Masak pengusaha China yang dikasih kendali jadi pimpinan rapat ?

11. Ahok keluar ruangan rapat, investor China menjadi pimpinan rapat yang pesertanya pejabat2 pemprov DKI. Namun, pejabat2 DKI tetap sabar

12. Emosi pejabat2 DKI tidak tertahan ketika investor china tsb seenaknya saja mengambil keputusan2 rapat sepihak. Seolah2 sdh dapat mandat

13. Sebagai pejabat paling senior yang hadir dlm rapat tsb, walikota Efendi Anas, minta rapat diskors, dihentikan sampai wagub hadir kembali

14. Tapi, investor China itu dgn enteng mengatakan wagub DKI Jakarta Ahok sdh memberi mereka wewenang penuh utk ambil keputusan apapun !

15. Mendengar jawaban investor China yg kurang ajar dan sudah diluar batas itu, efendi anas langsung gebrak meja dan minta rapat dibubarkan

16. Rapat pun bubar. Investor China tdk terima, lapor ke Ahok, ahok ngamuk2 dan langsung bilang : anas efendi dicopot dari jabatan walikota

17. Efendi anas dicopot dari jabatannya selaku walikota Jakarta selatan. Dia protes, masyarakat betawi protes, tapi Jokowi ahok tdk peduli

18. Ahok panggil Efendi secara pribadi ke ruang kerjanya. Keputusannya : Effendi anas tetap dipecat demi menjaga kehormatan Wagub Ahok !

19. Efendi Anas tdk terima, tapi ahok membujuknya dan menjanjikan pemecatan itu hanya sementara dan nanti akan dipulihkan jabatannya

20. Akhirnya janji ahok ditepati meski terlambat 1 bulan. Selama 13 bulan Efendi anas menjabat kepala perpustakaan DKI Jakarta sbg HUKUMAN

21. Pola atau gaya Jokowi ahok memimpin Jakarta memang seperti itu. Seolah2 dia tdk boleh disalahkan. Tdk boleh kehilangan muka meski salah

21. Nasib yang sama hampir terjadi pada sekda Pemprov DKI Jakarta yang nyaris dipecat karena sering menolak perintah Jokowi ahok yg salah

22. Wiryatmoko sdh lebih setahun jadi pejabat sementara sekda pemda DKI. Bolak balik mau diberhentikan karena berani melawan jokowi ahok

23. Namun, jokowi ahok tdk berani pecat Wiryatmoko krna tahu bhw mereka berdua memang salah. Jika sekda dipimpin Pejabat penjilat, mampuslah

24. Sdh tidak terhitung kesalahan, pelanggaran hukum dan korupsi dilakukan Jokowi ahok dan kroninya selama setahun jadi Pemimpin DKI Jakarta

25. Ingatkah anda ketika Jokowi ahok melanggar Perda tentang Kartu Jakarta Sehat (KJS) ? Pergub diterbitkan Jokowi ternyata nerugikan warga

26. Ingatkah anda ketika Jokowi baru menjabat Gub DKI Jakarta tapi sdh membagi2 3000an KJS kepada warga padahal anggarannya belum ada?

27. Drmn biaya KJS yang sdh diberlakukan Jokowi sedangkan belum dianggarkan DPRD /Pemda ? Uang siapa yg digunakan utk biayai KJS ilegal itu?

28. Ingatkah anda ketika Ahok memutuskan PT Askes menjalankan pendampingan progam KJS tanpa lelang? Hny ditunjuk langsung. Negara rugi 17 M

29. Ingatkah anda ketika DPRD DKI akhir 2013 mengajukan hak interpelasi atas pelanggaran dan korupsi jokowi ahok di KJS ? Apa yg terjadi?

30. Media massa bayaran/ milik cukong cina beking si petruk jokowi ahok menghajar DPRD DKI habis2an. Memfitnah DPRD DKI. Putar balik fakta

31. Sementera itu, si petruk Jokowi boneka cina itu dgn enteng bilang : “DPRD DKI memang tdk suka sama saya, mereka mau jatuhkan saya !”

32. Jokowi ahok bukan saja penipu, pembohong dan koruptor, tapi jago memelintir ucapan dan memfitnah orang lain dgn dukungan media massa

33. Jokowi ahok penipu ? YA ! Jokowi Ahok pembohong ? YA ! Jokowi ahok boneka mafia cina ? Absolutely !! Pengkhianat rakyat ? Ya !

34. Jokowi Ahok KORUPTOR ? YA !! Mau bukti ? Banyak ! Terakhir adalah korupsi di pengadaan bus transjakarta senilai 1.5 Triliun !

35. Jokowi Ahok koruptor sdh lama kami ketahui. Jokowi banyak kasus korupsi di Solo dan jika tdk dilindungi mafia cina. Sdh lama jadi NAPI

36. AHOK malah sdh jadi tersangka di Polda Babel karena penyerobotan hutan lindung dan tambang ilegal melalui 4 perushaannya. Kok macet ?

37. Silahkan cek deh sama Dirkrimsus Polda Babel (dulu AKBP Bobby). Jelas tertera nama Zhang Wan Xie alias Basuki Indra (nama asli ahok) TSK

38. Jokowi meski belum jadi TSK, korupsinya di penjualan aset pemda Solo yaitu Hotel Maliyawan yg sarat KKN sangat telak. Jokowi terima suap

39. Sayangnya, Lukminto penyuap Jokowi tiba2 mati mendadak di Singapura. Coba deh cari penyebabnya ..kenapa Lukminto mati mendadak ?

40. Tapi jangan harap si Petruk boneka cina Jokowi ini bisa bebas melenggang. Korupsinya di 13 kasus masih menggantung di Solo

41. Termasuk korupsi hibah KONI yg dialihkannya tanpa persetujuan DPRD dan KONI pusat sebesar 5 Miliar ke PERSIS SOLO, dan disunatnya 1.5 M

42. Siapa koruptor dana hibah KONI selain Jokowi? Namanya Michael Bimo Putranto yg juga timses Jokowi dan koruptor 1.5 T bus TransJakarta !

43. Entah sampai kapan Jokowi Ahok boneka cina ini bisa bertahan dan selamat dari jeratan hukum atas korupsi2nya. Bekingnya Mafia Cina

44. Cina sdh menjajah dan menggenggam Jakarta, selangkah lagi menjajah dan menindas Indonesia. Kekuatan mereka adalah media dan uang suap

Ditayangkan Video Jokowi Sakit Digusur, Penonton Kompak Ungkapkan ‘Huuu’


Ditayangkan Video Jokowi Sakit Digusur, Penonton Kompak Ungkapkan ‘Huuu’

Berita Islam 24H - Penonton sangat kecewa terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hanya diam ketika ada penggusuran dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Video itu diputar oleh komunitas Watchdog yang mengkritisi kebijakan Ahok tidak berpihak pada rakyat kecil.

Judul film dokumentasi itu “Jakarta Unfair” dan ditayangkan di Bukit Duri Jumat (28/10).

Pemilik akun Twitter Hellena Y Sauisa @sweethellena mengatakan, acara nonton bersama film “Jakarta Unfair” dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda.

Ia mengatakan, warga gusuran sangat kecewa terhadap Presiden Jokowi yang dulu pernah mengatakan mengalami sakit karena digusur.

“Pak @jokowi inget ini? Dulu Bapak bilang sakit rasanya digusur loh Pak.. Penonton pun berteriak ‘huuuu’. Ah, tp masak sih Bapak cuma akting?” kicau Hellena.

“Teriakan ‘huuu’ menyambut pernyataan Ahok terhenti saat proses potongan gambar penggusuran diputar ulang. Warga diam dalam kenangan,” pungkas Hellena. [beritaislam24h.com / snc]

Aksi Bela Islam: Satu Saja Tewas, Akan Menyebabkan Revolusi Massa seperti Tahun 65 dan 98


Aksi Bela Islam: Satu Saja Tewas, Akan Menyebabkan Revolusi Massa seperti Tahun 65 dan 98

Berita Islam 24H - Politisi menyampaikan kepada para masyarakat muslim dan segenap para tokoh yang akan hadir nanti pada aksi Bela Islam untuk tetap damai. Politisi ini juga menghimbau agar hati-hati untuk tidak terpancing.

Tidak hanya itu, aparat kepolisian maupun tentara yang kemungkinan akan hadir pada aksi bulan mendatang agar mampu juga berlaku sama, yakni tidak memancing atau memprovokasi umat Islam. Pimpinan aparat juga diingatkan agar memeriksa para personilnya agar tidak dipersenjatai dengan peluru-peluru tajam.

“Ummat Islam bersama tokoh Islam dan ormas Islam demo tuntut Ahok nista Islam berharap tetap damai. Tidak terpancing provokasi para penyusup. Juga kepada aparat keamanan periksa senjata masing-masing jangan ada peluru kecuali peluru karet,” kata MS Ka’ban melalui akun Twitter pribadinya.

Jika satu saja korban tewas dalam aksi damai mendatang, maka yang terjadi menurut Ka’ban adalah revolusi massa yang akan lebih besar lagi. “Satu korban tewas dapat memicu revolusi massa. Anwar Sadat tewas ditembak oleh aparatnya sendiri. Arif Rahman Hakim mahasiswa UI tewas memicu aksi mahasiswa 65. Korban Trisakti picu aksi 98.”

Ia mengtakan bahwa dalam massa aksi umat Islam hanya ingin Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dihukum sebagaimana mestinya. Ini, lanjutnya, tidak ada korelasinya untuk mengganggu pemerintahan Joko Widodo.

“Unjuk rasa bukan untuk jatuhkan Presiden Jokowi. Unjuk rasa hanya minta Ahok dihukum. Jika ekses unjuk rasa berimplikasi ke Presiden itu takdir.”

Masyarakat muslim tetap dihimbau olehnya agar mampu mendukung proses hukum yanga da bagi Ahok. “Saudaraku para pendukung dan pembela Ahok, ayo bangun Indonesia yang beradab dengan menjadikan hukum sebagai panglima. Ajak Ahok siap diadili. Melangkah dengan Bissmillah, ibadah fiisabilillah. AllahuAkbar. Merdeka!” [beritaislam24h.com / vic]

Instruksi Imam Besar FPI: Musnahkan Selebaran Prestasi Ahok di Masjid


Instruksi Imam Besar FPI: Musnahkan Selebaran Prestasi Ahok di Masjid

Berita Islam 24H - Imam besar Front Pembela Islam menginstruksikan untuk men-sweeping selebaran prestasi Gubernur DKI Jakarta (Ahok) yang tersebar di Masjid dan sejumlah tempat lainnya. Mereka meminta agar selebaran prestasi itu dimusnahkan.

"Instruksi Imam Besar FPI: Seluruh aktivis FPI DKI segera buru, sita dan musnahkan selebaran prestasi Ahok yang disebar di Masjid, Pasar, dll," tulis DPP FPI lewat kicauan di Twitter, kemarin.

Dalam gambar yang diunggah FPI, di atas selebaran tertulis Peringatan Nasional Hari Santri, "Prestasi Dan Kepedulian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Umat Islam Jakarta".

Sejumlah prestasi yang disebut dilakukan Ahok adalah; Pertama, membangun masjid di Balai Kota diberi nama Masjid Fatahillah. Masjid ini digagas di era Gubernur Jokowi, dilaksanakan dan selesai di era Ahok. Setelah selama puluhan tahun dan belasan gubernur Jakarta Muslim, Balai Kota tidak memiliki Masjid.

Kedua, Ahok membangun masjid Agung Jakarta; Ketiga Ahok membangun masjid-masjid di setiap rusun-rusun yang dibangun.

Baca juga, Habib Rizieq: Ironis Sukmawati Soekarnoputri tak Paham Sejarah Pancasila.

Ahok bertekad untuk menjabat Gubenur untuk masa periode kedua. Namun kini ia tersandung kasus dugaan pelecehan terhadap umat Islam. Polisi masih melakukan penyelidikan. [beritaislam24h.com / rci]

Testimoni Ex Projo: Bila Pilihannya Melindungi, Maka Saya Ada Dipihak Umat yang Akan Menumbangkannya!


Testimoni Ex Projo: Bila Pilihannya Melindungi, Maka Saya Ada Dipihak Umat yang Akan Menumbangkannya!

Berita Islam 24H - Mengutip dari laman facebook Zeng Wei Jian yang memposting testimoni dari salah satu mantan pendukung jokowi bernama Metiya Putri.

Berikut pernyataan lengkap Metiya Putri yang di posting melalui facebook Zeng Wei Jian.

TESTIMONI EX PROJO Metiya Putri

Dulu sya pun mendukung a hog, sbgai simbol pluralis. Menurut sya ini hak setiap warga negara untuk ambil bagian membenahi negri ini, knpa tidak. Pendapat ini berbalik ktika sya melihat sikapnya yg tdk beretika, pongahnya dia terhadap rakyat kecil. Sudah digusur, dihinakan lagi. Hukum di trabas. Logika sya bilang, "ini ga bisa dibiarin" jd apa kita? ?

Kebinekaan ternodai dgn isu SARA yg terus2 mnerus dihembuskan, membuat kita terkotak2..setback dikotomi pri dan non pri sangat membuat tidk nyaman.

Sma halnya dgn Jokowi. Saat semua menghujat, sy masih bisa bilang " bodo amat, gw pulkam ferry baru2 bagus2 dr sblumnya. Terminal 3 yg direncanakan dr presiden sblumnya skrang uda jadi dan nyaman walu blm 100% tuntas" tol sumatra dikerjain kok, dll". Byk sisi positive yg sya ambil. Disisi lain, sy frustasi dgn maraknya WNA, kabinet gonta ganti. Sya gemes dgn intervensi pihak lain terhadap presiden. Dia seperti tersandera dan tidak mampu berbuat byk. Lemah. Bodoh. Dungu..

Terakhir, keharmonisan dan persatuan negri ini ada ditangannya. Dia memilih melindungi "the trouble maker" atw menghukumnya sesuai UU dan KUHP.

Bila pilihannya adalah melindungi.. sya ada dipihak umat yg akan menumbangkannya.

Demi kebaikan kita dimasa datang.