Elit Gerinda: Rachmawati Dkk Ditangkap Agar Tidak Ikut Aksi 212
Berita Islam 24H - Penangkapan terhadap beberapa tokoh nasional dan aktivis seperti Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zen, Sri Bintang Pamungkas dan Ratna Sarumpaet dinilai sebagai tindakan berlebihan yang sangat kontraproduktif dengan era demokrasi seperti sekarang ini.
"Ya kalau tuduhannya makar harus dibuktikan dulu. Tapi ini kalau dilakukan penangkapan bisa disebut sebagai sebuah kemunduran demokrasi," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada wartawan ketika dihubungi, Jumat (2/12).
Penangkapan tersebut menurutnya justru akan semakin mengakibatkan keadaan politik nasional ke depan akan semakin tidak kondusif.
"Dan ini bisa berimbas pada perlawanan mirip perlawanan terhadap Soeharto di era orde baru," katanya.
Sebenarnya, lanjut dia, Rachmawati dkk sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk makar kepada pemerintah. Pasalnya mereka tidak memiliki senjata ataupun kekuatan politik untuk menggulingkan pemerintahan Jokowi-JK.
"Apa mereka bersenjata dan apakah mereka punya kekuatan politik untuk gulingkan Joko Widodo sebagai Presiden yang sah dan konstitusional?" tanya Arief.
Nah, penangkapan yang dilakukan polisi terhadap beberapa mereka tersebut menurutnya hanyalah sebagai langkah pengamanan agar mereka tidak ikut dalam Aksi Bela Islam III "Aksi 212" hari ini.
"Saya harap polisi juga tidak perlulah memproses sebagai sebuah tindakan makar dari mereka. Dan harapan saya polisi cepat membebaskan mereka dan saya harap Aksi 212 bukan untuk aksi menurunkan Joko Widodo," tukas Arief. [beritaislam24h.net / rmc]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar